
AlurNews.com – Salah satu pekerja proyek pemerintah di kawasan Rempang Eco City, Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam diamankan warga setelah tertangkap tangan hendak melakukan pencurian di rumah salah satu warga Kampung Sungai Buluh.
Peristiwa ini sendiri terjadi pada, Selasa (28/4/2026) dinihari. Pelaku tertangkap warga saat masuk ke dalam rumah milik warga yang berada di RT 002 RW 005 Sungai Buluh. Saat diinterogasi, pelaku mengaku salah satu pekerja proyek Rempang Eco City dan belum menerima gaji.
Asmah salah satu warga menceritakan, pelaku diamankan saat masih berada di dalam rumah dan belum melakukan pencurian dari rumah tersebut.
“Dia pengakuannya, tak dapat gaji. Sudah berapa minggu tak dibayar sama kontraktor. Dia juga ngaku sudah dua kali di tempat yang sama” ujarnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (30/4/2026).
Warga mengaku resah karena pencurian di kampung mereka sudah terjadi sebanyak dua kali. Warga mengatakan peristiwa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.
“Kami resah, korban ini sudah hati-hati. Ini sudah kejadian kedua, dan akhirnya tertangkap pelakunya,” jelasnya.
Asmah menyebut saat ini pelaku telah diserahkan ke pihak Kepolisian. Selain itu, warga juga telah berkomunikasi dengan pihak pekerja dan mandor pada proyek Rempang Eco City.
Mandor dari pelaku disebut telah datang ke lokasi, dan telah memberi penjelasan mengenai status dari pelaku.
“Kami resah, kata pemerintah kan pembangunan Rempang Eco City ingin menyejahterakan pekerja yang ada di situ. tapi buktinya yang ada di kampung-kampung ini dibuat resah oleh mereka” jelasnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Galang, Iptu Hasmir membenarkan adanya peristiwa ini. Pihaknya juga telah mengkonfirmasi bahwa pelaku, merupakan seorang buruh bangunan yang bekerja di proyek Tanjung Banon.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap korban, tindakan pelaku telah menyebabkan kerugian sebesar Rp150 ribu.
“Korban sudah ke kantor saat pelaku kami amankan. Di sana ada mediasi antara pelaku dan korban, serta salah satu rekan dari pihak pelaku,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Kamis (30/4/2026).
Walau demikian, Iptu Hasmir menolak berkomentar lebih lanjut mengenai alasan pelaku nekat melakukan pencurian hingga ke kampung warga yang berada di sekitar proyek milik pemerintah.
“kami tidak sampai ke sana. Kami hanya sebatas kasus pencurian itu. Namun saat ini pelaku dan korban sudah berdamai. Pelaku dibantu salah satu rekannya, telah memberikan ganti rugi,” jelasnya. (Nando)
















