AlurNews.com, Batam – Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) menilai lonjakan harga Pertamax yang dalam periode tertentu menembus lebih dari 30 persen harus dibaca sebagai alarm bagi penguatan kedaulatan energi nasional.
Ketua Umum SPP UPMS I, Irsal mengatakan dinamika harga energi saat ini tidak bisa dipandang semata-mata sebagai persoalan bisnis. Menurut dia, kenaikan tersebut menunjukkan Indonesia masih rentan terhadap gejolak eksternal yang memengaruhi sektor energi.
“Situasi ini harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat fondasi energi nasional. Ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan pasokan, tetapi juga bagaimana negara mampu menjaga akses energi yang andal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya, Jumat (12/6/2026).
SPP UPMS I memandang penguatan sektor energi nasional perlu dilakukan melalui langkah-langkah strategis yang berkelanjutan. Beberapa hal yang disorot antara lain peningkatan kapasitas produksi energi domestik, penguatan infrastruktur energi, pengembangan energi alternatif, serta perbaikan tata kelola migas agar lebih efektif dan berpihak pada kepentingan nasional.
Menurut organisasi pekerja tersebut, ketahanan energi tidak cukup diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dari kapasitas negara membangun sistem energi yang tangguh dalam jangka panjang diantaranya
1. Kenaikan Pertamax menjadi pengingat kerentanan sektor energi nasional terhadap gejolak eksternal.
2. Ketahanan energi harus mencakup akses energi yang andal, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
3. Penguatan energi nasional perlu dilakukan lewat produksi domestik, infrastruktur, energi alternatif, dan tata kelola migas yang lebih efektif.
Bersaman dengan itu, SPP UPMS I menyampaikan apresiasi kepada para pekerja Pertamina Patra Niaga yang dinilai tetap menjaga distribusi energi nasional berjalan aman dan andal.
Irsal menyebut pekerja Pertamina Patra Niaga merupakan garda terdepan yang setiap hari memastikan pasokan energi tetap tersedia hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
“Semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat harus terus dijaga sebagai bagian dari kontribusi pekerja dalam menjaga ketahanan energi nasional,” jelasnya.
SPP UPMS I juga mengajak seluruh pekerja menjaga integritas, profesionalisme, dan solidaritas internal di tengah dinamika sektor energi yang terus berubah.

















