AlurNews.com – Belakangan ini, isu mengenai praktik pemberian uang gerenti di Pelabuhan Internasional Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) kepada petugas Imigrasi kembali menjadi sorotan.
Melalui pernyataan resmi, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Karimun secara tegas menyampaikan bahwa petugas tidak pernah menerima maupun terlibat dalam praktik tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Karimun, Dwi Avandho Farid melalui Kasi Tikkim Muhamad Arfat menegaskan bahwa seluruh petugas berkomitmen terhadap integritas dan profesionalisme.
“Kami selalu mengingatkan kepada seluruh staf agar menjalankan tugas sesuai prosedur resmi. Sampai saat ini, kami belum pernah menerima laporan maupun bukti adanya praktik pungutan liar dengan kedok uang gerenti,” ucapnya, Senin (13/6/2026).
“Pimpinan (Kepala Kantor) juga senantiasa mengingatkan jajaran Imigrasi Karimun untuk bekerja sesuai peraturan dan SOP yang berlaku, dan tidak melakukan pungutan liar dalam pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, dengan mengancam pemberian sanksi yang tegas bagi petugas yang melakukan pungutan liar”, tambahnya lagi.
Berdasarkan data internal Kantor Imigrasi Karimun, sejauh ini tidak ada laporan resmi mengenai terkait dugaan suap atau gratifikasi yang melibatkan petugas.
Bahkan, Imigrasi Karimun rutin melakukan pelatihan anti-korupsi dan penguatan integritas guna memastikan pelayanan publik berjalan dengan transparan dan akuntabel.
Lebih lanjutnya lagi, Kantor Imigrasi Karimun juga membuka saluran pengaduan online serta nomor hotline khusus untuk memudahkan komunikasi langsung kepada petugas jika terjadi hal yang mencurigakan.
“Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik semakin ditekankan oleh pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan anti-korupsi. Selain itu, upaya edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak pada praktik suap juga terus dilakukan guna membangun budaya pelayanan bersih dan jujur,” jelasnya.
Perlu diketahui, sebagai salah satu pintu gerbang utama bagi warga negara maupun wisatawan asing yang masuk melalui wilayah laut Indonesia bagian utara, Pelabuhan Karimun memiliki peranan strategis dalam menjaga citra nasional serta mendukung program reformasi birokrasi di bidang pelayanan publik.
Dengan komitmen kuat dari petugas imigrasi dan dukungan masyarakat, diharapkan praktik uang gerenti benar-benar hilang dari lingkungan pelabuhan Karimun. Kejujuran dan profesionalisme harus menjadi fondasi utama dalam memberikan layanan terbaik bagi setiap pengguna jasa yang datang dan pergi dari wilayah ini.
Sementara itu, pengalaman sejumlah penumpang dan pengguna jasa di pelabuhan Karimun juga menunjukkan tren positif atau tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap layanan Imigrasi Karimun.
“Saya merasa aman dan nyaman saat melakukan proses keberangkatan maupun kedatangan, karena semua berjalan baik tanpa ada permintaan uang tambahan dari mereka (petugas-red),” tutur salah seorang penumpang di pelabuhan, RN. (Andre)

















