Larisang Pimpin BKTI PII Kepri, Dorong Insinyur Ambil Peran dalam Pembangunan

BKTI PII Kepri
Penandatanganan MoU antara BKTI PII Kepri dengan perwakilan beberapa Universitas di Batam yang dilaksanakan di K-Square Mall Batam, Sabtu (22/8/2026). Foto: AlurNews.com

AlurNews.com – Badan Keahlian Teknik Industri Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI PII) Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) memiliki nakhoda baru. Assoc. Prof. Dr. Ir. Larisang, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua BKTI PII Wilayah Kepri.

Larisang yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Ibnu Sina (UIS) ditetapkan melalui Konvensi BKTI PII yang digelar di Gedung F UIS, Batam, Jumat (21/8/2026).

Pelantikan pengurus kemudian dilakukan dalam rangkaian Sijori Engineering Expo 2026 di K-Square Mall Batam, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga: Hadiri Pelantikan PII, BP Batam Dukung Upaya Perkuat Peran Insinyur Lokal

Pemilihan secara aklamasi menunjukkan adanya kesepahaman peserta konvensi untuk memberikan mandat kepada Larisang memimpin organisasi profesi tersebut di Kepulauan Riau.

Larisang mengatakan, tantangan BKTI PII Kepri ke depan bukan sekadar membangun kepengurusan, tetapi menjadikan organisasi sebagai wadah profesional yang mampu memberikan manfaat nyata.

Ia ingin BKTI PII Kepri membangun komunitas para profesional teknik industri yang solid dan mampu mengoptimalkan keahlian anggotanya untuk membantu menjawab kebutuhan pembangunan.

“Kita ingin membangun komunitas. Harapannya, komunitas ini mampu mengorganisasikan diri dalam bidang keahlian sehingga keahlian ini memberi kepercayaan besar dari seluruh stakeholder,” ujar Larisang sesaat setelah pelantikan, Sabtu (22/8/2026).

Menurut dia, kepercayaan dari pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat menjadi hal penting bagi keberlanjutan organisasi profesi.

Karena itu, BKTI PII Kepri akan diarahkan menjadi lembaga profesional yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki dampak bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Menjadikan BKTI sebagai lembaga profesional, terpercaya dan berdampak,” jelasnya.

Larisang mengatakan, salah satu cara membangun kepercayaan tersebut adalah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, BKTI PII Kepri siap menjalin kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi profesi lainnya, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi para insinyur dan praktisi teknik industri untuk memberikan kontribusi berdasarkan keahlian masing-masing.

“Ini merupakan wadah kita bersama. Harapan kita, dengan adanya BKTI PII Wilayah Kepri ini, kita bisa semakin solid dan ke depan mendapatkan kepercayaan serta memberikan dampak bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai, kekuatan organisasi profesi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga komitmen dan kemampuan seluruh anggota untuk bekerja bersama.

Karena itu, BKTI PII Kepri akan menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, memperluas jejaring profesional, sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah dan dunia usaha sesuai bidang keahlian teknik industri.

Larisang berharap keberadaan BKTI PII Kepri dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk membantu pemerintah, dunia usaha, UMKM, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan keahlian profesional.

“Intinya kolaborasi dan komitmen semua. Kita ingin keahlian yang dimiliki anggota bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan,” katanya. (Nando)