Mulai Hari ini Siswa PAUD hingga SMP di Batam Belajar dari Rumah

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Hendri Arulan. Foto: AlurNews.com/Roma

AlurNews.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengeluarkan edaran terkait perubahan proses belajar mengajar mulai dari siswa PAUD, SD hingga SMP dikarenakan paparan kabur asap yang cukup pekat menyelimuti Kota Batam.

Pantauan di sejumlah ruas jalan protokol, dari jalan Gajah Mada kawasan Fly Over Sei Ladi, jarak pandang terlihat terbatas dengan langit yang didominasi warna abu-abu. Sementara bangunan tinggi di kejauhan pun tampak samar tertutup kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) mulai berlaku sejak, Selasa (29/9/2026) dan belum ditentukan sampai kapan.

“Surat edaran Walikota Batam itu berlaku mulai hari ini dari PAUD, SD, SMP, sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Hendri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (29/9/2026).

Dalam pelaksanaannya, sekolah diberikan ruang untuk mengatur pola pembelajaran sesuai kondisi masing-masing. Hendri mengatakan pembelajaran tetap harus berlangsung meskipun siswa tidak datang ke sekolah.

Pada hari pertama, sekolah kemungkinan menerapkan sistem penugasan terlebih dahulu. Selanjutnya, pembelajaran dapat disesuaikan, termasuk kemungkinan menggunakan pertemuan daring seperti Zoom.

“Jadi mungkin sifatnya penugasan besok. Tapi hari berikutnya kita atur, kepala sekolah di surat itu menyebutkan artinya sekolah masing-masing mengatur proses pembelajaran seperti apa, mengontrol para guru, dan proses pembelajaran itu tetap berlangsung,” jelasnya.

Sementara bagi guru atau tenaga pendidik, Hendri menyebutkan kebijakan tersebut berbeda. Dimana guru tetap masuk ke sekolah karena fasilitas pembelajaran berada di satuan pendidikan.

Sementara siswa diharapkan mengikuti pembelajaran dari rumah dan aktivitas belajarnya tetap dipantau oleh sekolah.

Hendri juga meminta orang tua tidak menganggap BDR sebagai kesempatan bagi anak untuk tetap beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, perlindungan anak dari paparan asap justru menjadi alasan utama siswa diminta belajar dari rumah.

“Kami harapkan kepada orang tua, tetap memantau dan membatasi aktivitas anak. Walaupun anak-anak ini belajar dari rumah, kalau bisa ya jangan dibiarkan anak ini nanti Pemerintah Kota Batam mengarahkan mereka belajar di rumah tapi nanti di rumah mereka keluar juga, kan percuma,” jelasnya.

Orang tua diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan membatasi aktivitas di ruang terbuka. Apabila memang ada keperluan yang mengharuskan anak keluar rumah, penggunaan masker dianjurkan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 10.00 WIB masih terdapat sebaran asap di wilayah Kepulauan Riau berdasarkan citra satelit.

Sebaran asap yang memasuki Kepri disebut berasal dari wilayah Sumatera dan bergerak ke arah Barat Laut-Utara.

“Jika dilihat dari citra sebaran asap, yang memasuki wilayah Kepri adalah sebaran asap dari wilayah Sumatera,” demikian keterangan BMKG.

Sementara itu, hingga pukul 13.00 WIB tidak terpantau adanya titik panas di wilayah Kepri. Untuk kondisi udara, data BMKG pada pukul 12.00 WIB menunjukkan Konsentrasi partikel halus PM2.5 di udara Batam mencapai 67,8 mikrogram per meter kubik masuk dalam kategori tidak sehat

Jarak pandang di Bandara Hang Nadim Batam juga berada pada kisaran 2-5 kilometer. Meski demikian, kondisi cuaca di Kepri masih berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang dalam sepekan ke depan.

Potensi hujan tersebut mencakup Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Bintan dan Kabupaten Natuna.

Untuk Batam, angin diperkirakan bertiup dengan kecepatan sekitar 9-18 kilometer per jam dari arah Tenggara-Barat Daya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus keluar rumah. (Nando)