
AlurNews.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun melakukan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah kapal yang melayani rute antar pulau.
Kegiatan sidak tersebut diketahui dilaksanakan selama tiga hari dengan menyasar 27 rute keberangkatan secara acak di wilayah Kabupaten Karimun.
Tak hanya itu, sebanyak 27 petugas KSOP Karimun turut diterjunkan untuk melakukan pengawasan dan memantau serta memeriksa langsung on the spot di atas kapal berlayar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Muhammad Syaiful menjelaskan sidak tersebut merupakan tindak lanjut instruksi pimpinan untuk memperketat pengawasan, termasuk manifest penumpang kapal antar pulau.
“Ini dilakukan guna memastikan kepatuhan operator, nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK) terhadap kesesuaian jumlah penumpang yang tercatat dalam manifest sesuai dengan kapasitas kapal dan kondisi sebenarnya saat keberangkatan, termasuk pencatatan update jumlah penumpang yang naik-turun. Sehingga hal ini akan mendukung keselamatan,” ungkap Syaiful, Sabtu (10/10/2026).
Lebih lanjutnya lagi, pengawasan manifest tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan dokumen sebelum keberangkatan. Operator kapal juga diarahkan untuk memperbarui data penumpang yang naik dan turun selama kapal beroperasi.
“Dalam sidak itu, petugas juga melakukan pemantauan secara diam-diam dengan mengenakan pakaian bebas. Langkah tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan agen maupun awak kapal agar pemeriksaan dapat berlangsung di lapangan,” sebutnya.
“Selain sidak manifest penumpang, petugas juga melakukan edukasi dan memberikan arahan mengenai kelayakan armada atau kapal sebelum berlayar. Hal ini guna memastikan keselamatan para penumpang,” tambah Syaiful.
Salah satu kapal yang menjadi objek pemantauan adalah SB Satria 18. Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut 34 penumpang dewasa dan tujuh anak-anak.
Dari Sidak tersebut, seluruh kapal yang telah dipantau dilaporkan tidak melebihi jumlah penumpang yang tercantum dalam manifest. Data penumpang yang dilaporkan juga dinyatakan sesuai dengan hasil pemantauan petugas.
Sidak juga dilakukan pada rute keberangkatan dari Karimun menuju ke beberapa tujuan, antaranya Selat Beliah, Buru, Durai, Moro dan Tanjungbatu.
“Kami berharap melalui sidak ini kepatuhan operator kapal terhadap pelaporan manifest semakin meningkat dan data penumpang dapat terpantau secara akurat,” ujarnya. (Andre)















