AlurNews.com – Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda Kota Batam berimbas langsung terhadap aktivitas industri. Sejumlah perusahaan terpaksa menghentikan operasional, sementara gangguan pasokan listrik yang berlanjut hingga hari kedua, Selasa (13/10/2026), memperpanjang ketidakpastian produksi.
Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Batam-Karimun, Adhy P Wibowo mengatakan dampak blackout pada hari pertama dirasakan oleh sejumlah kawasan industri, terutama yang tidak memiliki pembangkit listrik sendiri dan bergantung pada pasokan PLN Batam.
Sementara di hari kedua, pemadaman bergilir yang dilakukan PLN dianggap tidak sesuai dengan jadwal pemadaman yang disampaikan PLN Batam sebelumnya.
“Yang kemarin beberapa kawasan industri tidak beroperasi. Selain Batamindo dan Panbil, semua merasakan,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (13/10/2026) siang.
Menurut dia, terhentinya pasokan listrik membuat aktivitas produksi dan berbagai kegiatan operasional perusahaan lumpuh total. Gangguan yang berlanjut pada hari kedua semakin menyulitkan perusahaan menjaga kesinambungan produksi.
Persoalan kian pelik karena jadwal pemadaman yang disampaikan PLN Batam melalui media sosial dan grup WhatsApp tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemadaman yang diinformasikan berlangsung pada jam tertentu justru terjadi lebih awal.
“Untuk hari ini masih sangat terganggu karena masih ada pemadaman. Misalnya jadwal pemadaman jam 11 siang, tetapi pagi sudah padam,” ujarnya.
Ketidakpastian tersebut membuat perusahaan kesulitan menyusun langkah antisipasi. Ketika listrik padam di luar jadwal, pengaturan proses produksi dan kegiatan operasional lainnya ikut terdampak. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu pemenuhan target produksi hingga jadwal pengiriman barang.
Meski demikian, besaran kerugian yang dialami industri akibat blackout tersebut belum dapat dipastikan. HKI Batam masih mengumpulkan data dan informasi dari kawasan industri untuk memetakan dampak yang ditimbulkan serta menentukan langkah selanjutnya.
“Kami masih mengumpulkan data dan informasi, bagaimana ke depannya,” jelasnya.
Terkait kemungkinan pertemuan dengan PLN Batam, ia menyebut HKI masih menunggu penjelasan dari pihak penyedia listrik sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
Adhy juga menanggapi informasi PLN Batam mengenai dugaan gangguan akibat hewan liar yang mengganggu pembangkit. Menurutnya, HKI masih membutuhkan penjelasan teknis yang lebih terperinci untuk memahami penyebab blackout dan gangguan pasokan listrik yang berlanjut hingga hari kedua.
“Kami masih menunggu bagaimana teknisnya atau penjelasan secara teknis,” ujarnya. (Nando)


















