
AlurNews.com – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meminta pembahasan mengenai pemadaman listrik massal atau Blackout yang melanda Batam pada Senin (12/10/2026) tidak hanya berfokus pada penyebab kejadian.
Menurut dia, hal yang lebih penting adalah memastikan keandalan sistem kelistrikan ke depan serta menyiapkan langkah penanggulangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Amsakar mengatakan, penyebab teknis pemadaman sebaiknya diserahkan kepada tim investigasi dan pihak yang memiliki kompetensi di bidang kelistrikan.
Baca Juga: Hewan Liar Ganggu Gardu Listrik Sei Harapan, Hasil Investigasi PLN Batam Paska Batam Blackout
Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Jauh lebih penting apabila memperdebatkan kira-kira ke depan keandalannya dan penanggulangannya seperti apa. Itu yang menurut saya penting. Soal kejadian dan latar belakang, biar tim investigasi dan kompeten yang menjawab itu,” kata Amsakar ditemui paksa paripurna di DPRD Batam, Jumat (16/10/2026).
Ia menilai, pihak yang tidak memiliki kewenangan teknis perlu berhati-hati dalam menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab gangguan. Apalagi, sejumlah dugaan penyebab pemadaman telah beredar di tengah masyarakat.
Terkait informasi mengenai hewan liar dan sambaran petir yang diduga menjadi pemicu gangguan, Amsakar mengatakan kedua hal tersebut masih perlu diperjelas oleh pihak yang melakukan pemeriksaan.
“Soal alasan hewan liar dan petir, saya pikir semua hal menjadi mungkin. Soal yang meng-clear-kan informasi itu, biar tim yang menjawabnya,” ujarnya.
Amsakar juga menanggapi dugaan yang mengaitkan blackout Batam dengan kegiatan pengujian atau testing pusat data (data center). Ia mengaku belum menerima informasi yang memastikan adanya keterkaitan antara aktivitas tersebut dan gangguan kelistrikan yang terjadi.
“Terkait itu blackout karena sedang dilakukan pengetesan data center, saya belum mendapat informasi itu sampai jam ini,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dugaan keterkaitan antara pengujian pusat data dan pemadaman listrik belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang diterimanya.
Di tengah kritik terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak segera memberikan penjelasan saat pemadaman berlangsung, Amsakar membantah anggapan bahwa dirinya dan Wakil Wali Kota Batam seolah menghilang ketika masyarakat menghadapi gangguan listrik.
Ia menjelaskan, pemerintah perlu memastikan informasi yang disampaikan kepada publik telah jelas dan final agar tidak menimbulkan keresahan tambahan.
Menurut Amsakar, koordinasi terus dilakukan sejak pagi saat gangguan terjadi. Ia juga mengaku kondisi kesehatannya sedang tidak fit sehingga tidak menghadiri rapat paripurna pada hari tersebut.
“Saya ingin semua itu jelas, semua itu final. Karena itu, dari pagi terus koordinasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat kejadian, rumahnya sendiri turut terdampak pemadaman listrik dan gangguan pasokan air. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari ikut terganggu.
“Terus terang, listrik dan air di rumah saya juga mati. Saya mandi pakai dua galon walau di tandon ada air. Tapi tidak bisa digunakan apabila tidak ada aliran listrik,” kata Amsakar.
Ia menilai, dalam situasi ketika penyebab gangguan masih belum dipastikan, PLN lebih tepat memberikan penjelasan kepada masyarakat karena memiliki kewenangan dan pemahaman teknis mengenai sistem kelistrikan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa gangguan kelistrikan di Batam diduga berkaitan dengan sejumlah persoalan teknis, termasuk hewan yang masuk ke instalasi listrik dan sambaran petir.
Bahlil menyebut adanya dugaan kelelawar yang mengganggu gardu listrik. Ia juga mengungkapkan kemungkinan gangguan pada jaringan akibat petir.
“Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa, yang kena kelelawar,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
“Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam. Ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir, menurut mereka ya. Dan ada kesalahan teknis lah,” lanjutnya.
Sementara itu, PT PLN Batam sebelumnya menyampaikan bahwa indikasi awal penyebab pemadaman pada Senin (12/10/2026) mengarah pada masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, mengatakan gangguan tersebut berdampak pada instalasi kelistrikan dan pasokan listrik di sejumlah wilayah Batam.
“Masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah,” ujar Rudi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026). (Nando)
















