Beda Statemen Hewan Liar Penyebab Blackout, Dirut PLN Batam: Sekarang Belum Pasti

Dirut PLN Batam
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo memberikan keterangan terkait dugaan hewan yang menjadi penyebab blackour di Batam dalam jumpa pers, Minggu (18/10/2026) malam. Foto: AlurNews.com

AlurNews.com – Adanya perbedaan jenis hewan liar yang dianggap menjadi salah satu penyebab pemadaman listrik total atau blackout di Batam, Senin (12/10/2026) kemarin hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak PLN Batam.

Seperti diketahui, sebelumnya ada perbedaan jenis hewan liar yang dimaksud oleh PLN Batam dan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengaku pihaknya belum bisa memastikan jenis hewan liar yang terlihat di lokasi berkaitan langsung dengan insiden yang menyebabkan pemadaman listrik secara meluas.

Baca Juga: Postingan Soal Blackout Viral, Warga Batam Dipanggil Polda Kepri

Dalam rilis yang digelar di lantai 5 Gedung PLN Batam, Minggu (18/10/2026) malam, pihak PLN Batam tampak hanya menampilkan wujud hewan primata yang kerap terekam CCTV Gardu Sungai Harapan.

Kwin Fo hanya menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya hewan liar yang dimaksud baru terlihat sekitar pukul 11.30 WIB, beberapa jam setelah gangguan listrik terjadi pada pagi hari.

“Jadi, seperti tadi saya sampaikan, hewan liar itu di pagi hari setelah kejadian tidak ada, kita tidak melihat. Tapi di jam 11.30 ada penampakan hewan liar,” jelasnya di hadapan sejumlah awak media.

Kwin Fo juga menegaskan, kemunculan hewan yang kerap kembali ke area Gardu Sungai Harapan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa hewan primata menjadi pemicu utama percikan api pada peralatan kelistrikan di gardu induk.

Kwin menjelaskan, pihaknya juga tidak dapat melihat secara langsung kondisi pada bagian trafo yang diduga mengalami gangguan. Posisi trafo yang terlihat dari arah berlawanan membuat pihaknya kesulitan memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

“Jadi kita tidak berani berspekulasi apakah betul hewan itu yang menyebabkan percikan api itu. Jujur dari pihak kita, kita belum begitu meyakini kalau hewan liar tersebut yang menyebabkan percikan api,” ujarnya.

Ia mengatakan, rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dapat memperlihatkan secara jelas kejadian di sekitar trafo menjadi salah satu hal yang dibutuhkan untuk memastikan apakah hewan liar memang masuk ke area tersebut dan berkaitan dengan gangguan listrik.

Karena itu, PLN Batam memilih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang sebelum menyimpulkan penyebab blackout yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Batam.

“Kita tidak ingin mendahului. Nanti takutnya kita menyampaikan benar hewan ini, tapi nanti dari pihak berwajib bilangnya berbeda. Karena kita tidak menyaksikan masalahnya,” jelasnya.

Selain persoalan hewan liar, pergeseran posisi CCTV di sekitar gardu induk turut menjadi perhatian dalam penelusuran penyebab blackout.

Kwin Fo mengatakan, berdasarkan pemahamannya perubahan posisi CCTV tersebut bukan disebabkan oleh hewan liar. Ia menduga ada campur tangan manusia dalam mengubah posisi kamera.

Meski demikian, Kwin Fo mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai dugaan kesengajaan ataupun dugaan sabotase. Pihaknya menyerahkan penelusuran lebih lanjut kepada aparat penegak hukum.

“Saya tidak mungkin mendahului pihak berwajib. Karena pihak berwajib masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan,” ujarnya. (Nando)