Pelaku Pembunuhan Cece Kui Hong Warga Mitra Raya Ditangkap, Kedua Kaki Ditindik Peluru

Pelaku pembunuhan terahdap warga di Mitra Raya ditangkap Tim Macan Satresrkim Polresta Barelang. (alurnews.com/foto batamline)

BATAM, ALURNEWS.COM – Hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah Kui Hong, wanita warga Perumahan Ever Fresh di wilayah Mitra Raya, Batam Center, memastikan korban merupakan korban pembunuhan.

Polisi yang mendapat laporan pihak rumah sakit pada Selasa (8/6), langsung bergerak untuk memburu pelaku. Kui Hong sendiri ditemukan oleh pihak keluarga dalam kondisi meninggal pada Senin malam yang segera membawanya ke rumah sakit.

Terduga pelaku pembunuhan Kui Hong terendus Tim Macan Satreskrim Polresta Barelang bersama Polsek Batam Kota.

Satu pelaku bernama Syamsul Arifin (22), dibekuk polisi di tempat persembunyiannya di kawasan Punggur, Rabu (9/6/2021) pagi.

Hadiah setimpal diberikan terhadap pelaku tindakan sadis tersebut. Kedua kaki pelaku ditindik  timah panas, karena berusaha melawan petugas dan mencoba kabur saat dibekuk.

Polisi menyebut tim Macan sudah melakukan tembakan peringatan, namun tetap tidak diindahkan.

Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang, yang langsung memimpin penangkapan mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolresta Barelang.

“Pelaku berjumlah satu orang, dan sudah diamankan. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Andri seperti dikutip Batamline.com.

Sebelumnya, seorang wanita paruh baya keturunan Thionghoa, Kui Hong (60), ditemukan tewas di kamarnya, kawasan Perumahan Ever Fresh Mitra Raya, Batam Center, Senin (7/6/2021) malam.

Ia menjadi korban pembunuhan. Sebab, pada leher dan tubuhnya terdapat bekas kekerasan. Bahkan, salah satu lengannya juga mengalami patah tulang.

Dugaan pembunuhan yang dialami Kui Hong, itu baru diketahui sehari setelah kejadian.

Mayat korban, awalnya dibawa pihak keluarga ke salah satu rumah sakit yang ada di Batam pada Senin (7/6/2021) malam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak rumah sakit yang menemukan adanya dugaan tanda kekerasan, langsung memberitahukan kepada pihak kepolisian pada Selasa (8/6/2021) kemarin.

Sehingga, pihak kepolisian langsung datang ke rumah duka untuk melakukan penyelidikan. Kemudian, jenazah kembali dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, mengatakan, setelah jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara, baru diketahui pasti bahwa ia menjadi korban pembunuhan.

“Pada tubuh korban terdapat tanda kekerasan, sehingga kita langsung melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku,” terang Andri, Rabu (9/6/2021).(*)