Usai Tangkap Maduro dan Istrinya, Trump Sebut Amerika Akan Kelola Venezuela

Foto Presiden Venezuela Maduro usai ditangkap yang dibagikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di media sosialnya. Foto: Truth Social/@realDonaldTrump

AlurNews.com – Dunia dihebohkan dengan serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores, Sabtu (3/1/2026) pagi.

Dilansir laman Channel News Asia, Usai penangkapan itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan hendak menempatkan negara tersebut dalam kendali Amerika Serikat untuk sementara Waktu.

Usai ditangkap di Kawasan Caracas, Venezuela, Maduro dan istrinya diterbangkan menggunakan helicopter menuju kapal perang Amerika Serikat, kemudian dibawa ke Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di New York, Sabtu malam.

“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida.

Ia mengatakan tidak bisa mengambil risiko orang lain mengambil alih Venezuela dan tak memikirkan kepentingan rakyat Venezuela.

Dalam penangkapan itu Maduro dan istri didakwa dengan berbagai tuduhan oleh Amerika Serikat, di antaranya konspirasi terorisme narkoba, impor kokain, serta kepemilikan senjata yang dinilai mengancam Amerika Serikat.

Maduro akan diadaili di Pengadilan Federal Manhattan pada Senin (5/1/2025). Sebelum itu ia ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn.

Sementara itu Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, muncul di televisi Venezuela pada Sabtu sore bersama pejabat tinggi lainnya untuk mengecam apa yang disebutnya sebagai penculikan.

“Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores,” kata Rodriguez.

Mahkamah Agung Venezuela pada Sabtu malam memerintahkan Rodriguez untuk menjadi pemimpin sementara negara itu.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil dalam pernyataanna kepada kantor berita Rusia RIA, Minggu (4/1/2026) mengatakan serangan Amerika Serikat terhadap Venzuela mengganggu perdamaian di Amerika Latin. (red)