AlurNews.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang dinilai membanggakan. Sejumlah indikator strategis menunjukkan performa optimal, mulai dari realisasi anggaran, kontribusi penerimaan negara, pelayanan publik, hingga inovasi layanan keimigrasian.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Imigrasi Batam berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp40,49 miliar atau 99,61 persen dari total pagu anggaran.
Sementara itu, kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp136,61 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp115,75 miliar atau setara 118,03 persen.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran serta dukungan masyarakat dan sinergi lintas instansi.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan adaptif,” ujar Hajar, Selasa (6/1/2026).
Dalam aspek pelayanan paspor, Imigrasi Batam sepanjang 2025 telah menerbitkan 77.790 paspor elektronik*. Sementara untuk pelayanan keimigrasian Warga Negara Asing (WNA), tercatat penerbitan 3.600 Izin Tinggal Terbatas (ITAS), 114 Izin Tinggal Tetap (ITAP), serta 2.531 Izin Tinggal Kunjungan (ITK).
Selain peningkatan layanan, Imigrasi Batam juga melakukan langkah preventif dengan menunda penerbitan paspor terhadap 178 permohonan yang diduga terkait rencana bekerja secara non-prosedural. Penundaan dilakukan baik di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam maupun Unit Layanan Paspor Batam Harbourbay.
Dalam pengawasan lalu lintas orang dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural, Imigrasi Batam mencatat 5.659 penundaan keberangkatan di berbagai titik, termasuk Pelabuhan Batam Center, Sekupang, Nongsa, Bengkong, Citra Tri Tunas, serta Bandara Internasional Hang Nadim.
Upaya edukasi dan pendekatan kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, antara lain Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Golden Visa, layanan data keimigrasian, inovasi Immicare Reach Out, layanan paspor haji dan umrah, serta edukasi keimigrasian di Desa Binaan terkait TPPO dan penyelundupan manusia.
Atas berbagai kinerja dan inovasi tersebut, Imigrasi Batam berhasil meraih sejumlah penghargaan sepanjang 2025. Di antaranya Inovasi Layanan Akhir Pekan “1000 Eazy Passport Kepri Eazy Access” dari Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, peringkat I pengelolaan administrasi persuratan UPT Imigrasi melalui aplikasi Srikandi, hingga beberapa penghargaan pada Anugerah Humas Imigrasi Indonesia (AHII), termasuk kategori The Best Company Profile, Media Darling, dan Imifluencer.
Tak berhenti di situ, Imigrasi Batam juga meluncurkan sejumlah inovasi layanan baru. Di antaranya Immicare Izin Tinggal Reach-Out, layanan jemput bola perpanjangan izin tinggal ke kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK).
“Selain itu, terdapat layanan keimigrasian darurat bagi pasien rumah sakit yang membutuhkan rujukan berobat ke luar negeri,” jelasnya.
Inovasi lainnya adalah program IM-pression, berupa pembagian lembar pembatas paspor tematik berisi pesan inspiratif dan edukasi keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), serta penerapan layanan paspor paperless yang sepenuhnya berbasis digital dan ramah lingkungan.
Memasuki tahun 2026, Imigrasi Batam berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mendukung iklim investasi dan mobilitas di Kota Batam. Seluruh upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung 15 Program Aksi 2026 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Nando)


















