AlurNews.com – Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis di Batam kembali mengemuka. Harga cabai yang menembus Rp80 ribu per kilogram dan fluktuasi harga ayam potong memicu kekhawatiran masyarakat, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan yang identik dengan lonjakan konsumsi.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut kenaikan harga pangan memang menjadi pola tahunan yang hampir selalu terjadi setiap kali memasuki periode hari besar keagamaan nasional.
Fenomena serupa kerap muncul usai Natal dan Tahun Baru, serta menjelang Idul Fitri, Idul Adha, tahun ajaran baru, hingga libur panjang.
“Kalau kita melihat polanya, setiap hari besar keagamaan nasional selalu diikuti kenaikan harga komoditas strategis. Itu tren tahunan. Tetapi memang saat ini kenaikannya terasa lebih tinggi,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Namun, di luar faktor musiman, Amsakar menilai kondisi kali ini diperparah oleh terganggunya rantai pasok dari daerah penyuplai utama. Batam masih sangat bergantung pada pasokan cabai, sayuran, telur, dan daging ayam dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Lombok.
Ketergantungan tersebut menjadi titik rawan ketika daerah pemasok dilanda bencana alam. Sejumlah wilayah penghasil komoditas pangan itu tengah menghadapi cuaca ekstrem, sehingga distribusi ke Batam tidak berjalan optimal.
“Sumatera Barat dan Sumatera Utara adalah pemasok penting kita, begitu juga Lombok untuk cabai. Ketika daerah-daerah ini terdampak bencana, otomatis pasokan ke Batam ikut terganggu,” katanya.
Selain distribusi darat, sektor perikanan juga ikut terdampak. Cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang laut yang meningkat sejak Desember menghambat aktivitas nelayan serta distribusi hasil laut ke pasar.
Amsakar mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang laut diperkirakan masih berpotensi meningkat pada periode ini.
Meski Batam relatif lebih aman dibandingkan sejumlah wilayah lain, risiko cuaca ekstrem tetap menjadi ancaman bagi stabilitas pasokan pangan.
“Cuaca memang sedang tidak bersahabat. Curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang laut naik. Ini sangat berpengaruh terhadap pasokan ikan dan distribusi barang,” ujarnya.
Untuk menekan dampak kenaikan harga terhadap daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Batam telah melakukan sejumlah langkah intervensi. Di antaranya melalui penyelenggaraan bazar sembako murah serta melibatkan distributor dalam penyaluran bantuan pangan.
“Upaya sudah kita lakukan, termasuk bazar dengan potongan harga dan keterlibatan distributor. Alhamdulillah, ini cukup membantu masyarakat, meski kita akui menjaga harga tetap normal dalam kondisi distribusi terganggu bukan hal yang mudah,” jelasnya. (Nando)

















