
AlurNews.com – Rendahnya realisasi program pinjaman tanpa bunga Pemkot Batam menjadi alarm keras bagi arah kebijakan pemberdayaan ekonomi. Dari target 1.500 pelaku usaha pada 2026 program ini baru menjangkau 19 pelaku usaha sebagai penerima.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyebut kondisi ini sebagai rapor merah yang harus dibedah dari tingkat kota hingga kelurahan dan kecamatan melalui Forum Rencana Kerja Tahunan.
“Kalau formulanya tidak jalan, jangan dipaksakan. Kita cari pendekatan lain yang benar-benar memberdayakan ekonomi rakyat,” jelasnya, Sabtu (10/1/2026).
Amsakar mengakui Pemko Batam kini mengubah haluan pembangunan. Jika sebelumnya fokus pada proyek fisik dan infrastruktur, kini pemerintah mengarahkan kebijakan pada penguatan SDM dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini menyasar kelompok rentan, anak usia sekolah, hingga warga yang belum memiliki keterampilan kerja.
“Empowering itu memberi peluang bagi yang tertinggal. Yang belum punya skill, kita bekali. Yang belum berdaya, kita dorong supaya mandiri,” tegasnya.
Dalam kerangka itu, Amsakar memegang tiga formula utama pembangunan Batam: menghadirkan yang belum ada, meningkatkan yang sudah tersedia, dan memberdayakan yang belum berdaya agar lepas dari ketergantungan.
“Ukuran keberhasilan itu jelas. Angka kemiskinan turun, pengangguran berkurang. Kalau itu tercapai, berarti pembangunan kita tidak salah arah. Untuk pinjaman tanpa bunga ini memang sangat penting kita evaluasi. Apa masalahnya, sehingga program ini kurang menyentuh masyarakat,” jelasnya. (Nando)

















