
AlurNews.com – Sebanyak 49 Bintara muda Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengikuti tradisi pembaretan yang digelar Direktorat Samapta sebagai bagian dari pembinaan awal setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN).
Kegiatan yang berlangsung di Batam, Jumat (16/1/2026), ini bertujuan membekali para personel baru dengan kemampuan dasar kepolisian, khususnya dalam fungsi Samapta yang menjadi garda terdepan Polri di lapangan.
Direktur Samapta Polda Kepri Kombes Pol Joko Adi Nugroho menegaskan bahwa pembaretan bukan hanya seremoni, melainkan tahapan penting untuk menyiapkan mental, fisik, dan sikap anggota sebelum menjalankan tugas kepolisian.
Menurutnya, Samapta memiliki peran strategis sehingga setiap personel dituntut memiliki ketahanan fisik yang prima serta kematangan dalam bersikap saat berinteraksi dengan masyarakat.
Dalam tradisi tersebut, para Bintara muda dibekali tujuh kemampuan dasar kesamaptaan, meliputi pengendalian massa, penanganan tindak pidana ringan dan tindakan awal di tempat kejadian perkara, negosiasi, pencarian dan pertolongan (SAR), pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli, serta pelacakan menggunakan anjing pelacak K-9.
Kombes Pol Joko juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika dan profesionalisme, serta menghindari sikap arogan dalam menjalankan tugas. Ia menekankan agar para Bintara muda selalu menjaga citra Polri dengan disiplin, loyalitas, dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
Pembaretan ini diharapkan mampu membentuk personel Polri yang siap menghadapi tantangan tugas ke depan, berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberi manfaat nyata bagi publik.
Usai prosesi pembaretan, para Bintara muda Polda Kepri akan mengikuti pembekalan lanjutan dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Kepri guna memantapkan kemampuan mereka sebelum ditugaskan secara penuh di wilayah hukum Kepulauan Riau. (ib)

















