
AlurNews.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada awal tahun 2026 guna memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan peredaran narkotika, khususnya di wilayah perbatasan laut.
Usai mengunjungi Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) pada Jumat malam, Suyudi menyampaikan bahwa posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara menjadikan wilayah ini rentan terhadap masuknya narkoba dari luar negeri.
“Kepri merupakan provinsi terdepan yang memiliki banyak perlintasan internasional. Kondisi ini menuntut perhatian serius, terutama dalam pengawasan dan penanganan peredaran narkotika,” ujar Suyudi.
Ia menegaskan, BNN sebagai institusi utama dalam penanganan narkotika nasional memandang Kepri sebagai wilayah strategis yang memerlukan penguatan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Polda Kepri dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Suyudi, upaya penanganan narkotika tidak boleh hanya bertumpu pada penindakan hukum semata, tetapi harus berjalan seimbang dengan langkah pencegahan yang berkelanjutan.
“Penanganan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan linier. Selain pemberantasan, pencegahan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan,” jelas jenderal bintang tiga tersebut.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya rehabilitasi bagi masyarakat yang telah terpapar narkotika sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pencegahan kekambuhan.
“Rehabilitasi adalah jalan pemulihan yang sangat penting agar mereka yang terdampak bisa kembali sehat dan tidak mengulangi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
BNN, lanjut Suyudi, juga mendorong penguatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan non-teknis agar warga mampu melindungi diri dari bahaya narkoba sekaligus berperan aktif membantu aparat di lingkungannya.
“Kami mengarahkan agar pemberdayaan masyarakat ini ditindaklanjuti di Kepri oleh BNN Provinsi, sehingga masyarakat menjadi mitra strategis dalam memerangi narkoba,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Suyudi juga dijadwalkan melanjutkan agenda ke BNN Provinsi Kepri di Batam pada akhir pekan ini.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Kepala BNN yang menjadikan Kepri sebagai daerah pertama yang dikunjungi pada tahun 2026.
Ia menilai kunjungan tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pencegahan serta penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika.
“Kepri dikenal sebagai salah satu jalur rawan masuknya narkotika dari luar negeri. Karena itu, sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menjaga wilayah ini dari ancaman narkoba,” tutup Asep.

















