
AlurNews.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mengoptimalkan langkah antisipatif pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Upaya tersebut diperkuat melalui partisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara hybrid, Senin (19/1/2026).
Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir ini diikuti seluruh pemerintah daerah se-Indonesia dan membahas perkembangan inflasi nasional serta strategi menjaga stabilitas harga menjelang meningkatnya konsumsi masyarakat pada momentum keagamaan.
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menegaskan bahwa berdasarkan tren lima tahun terakhir, awal Ramadan hampir selalu diiringi tekanan inflasi, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Pola waktu dimulainya Ramadan yang berbeda setiap tahun juga memengaruhi dinamika inflasi bulanan.
“Untuk Ramadan tahun 2026 yang diperkirakan dimulai pada pertengahan bulan, tekanan inflasi diproyeksikan mulai muncul sejak bulan berjalan dan berpotensi mencapai puncaknya pada bulan berikutnya, seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat,” jelas Tomsi, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Ia menambahkan, data Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan sejumlah komoditas pangan strategis seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah menjadi penyumbang utama kenaikan harga di berbagai daerah. Kondisi ini perlu diantisipasi lebih dini oleh pemerintah daerah.
“Oleh karena itu, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat langkah antisipatif, seperti melakukan pemantauan harga secara berkala, memastikan ketersediaan pasokan, serta menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan strategis guna menekan potensi lonjakan harga dan menjaga stabilitas inflasi di daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini memaparkan inflasi nasional Januari 2026 tercatat 0,28 persen secara bulanan dan 2,12 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 0,45 persen.
Untuk Kepulauan Riau, inflasi tahunan Desember 2025 tercatat 3,47 persen, sementara Kota Tanjungpinang mengalami inflasi tahunan sebesar 2,75 persen. Secara bulanan, inflasi Kepri mencapai 1,14 persen seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen pada akhir tahun.
Menanggapi dinamika tersebut, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri, menegaskan komitmen Pemko Tanjungpinang dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui penguatan langkah antisipatif.
“Pemko Tanjungpinang berkomitmen mengoptimalkan langkah antisipatif agar inflasi daerah tetap terkendali melalui pengawasan harga, pengamanan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan, dengan terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi tekanan inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” ujar Elfiani. (red)
















