Kapal LCT Bermuatan Limbah B3 Kandas di Perairan Sekupang

kapal limbah kandas di sekupang
Kapal bermuatan limbah kandas di perairan Sekupang, Kota Batam. Foto: AlurNews.com

AlurNews.com – Kapal Landing Craft Tank (LCT) Mutiara Garlib Samudra yang kandas di perairan Dangas, Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, diduga mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk.

Meski demikian, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam menegaskan penyelidikan terkait penyebab insiden tersebut masih terus berlangsung.

Kepala KSOP Khusus Batam Muhammad Takwim mengatakan, faktor cuaca menjadi dugaan awal terjadinya kecelakaan. Namun, pihaknya masih melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut.

“Dugaan awal memang karena faktor cuaca. Namun pemeriksaan masih berjalan untuk memastikan penyebab pastinya. Hasilnya akan kami sampaikan setelah proses selesai,” ujar Takwim saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 20.53 WIB. Laporan didapatkan dari Kapal patroli KNP 376, yang menerima laporan adanya kapal LCT yang kandas dalam kondisi miring hingga sekitar 50 derajat. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian muatan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) tumpah ke laut.

Takwim menjelaskan, LCT Mutiara Garlib Samudra sebelumnya baru menyelesaikan proses tank cleaning atau pembersihan sisa muatan di kapal tanker Navy Universe yang berada di perairan sekitar Batam. Limbah hasil pembersihan tersebut dipindahkan melalui metode ship to ship.

“Muatan limbah berasal dari kapal tanker Navy Universe dan dipindahkan ke kapal LCT. Seluruh aktivitas tersebut memiliki izin, dan kapal ini memang diperuntukkan khusus untuk mengangkut limbah B3,” jelasnya.

Setelah proses pemindahan muatan, kapal LCT bertolak menuju Pelabuhan Bintang 99, Batu Ampar, untuk melakukan pembongkaran. Namun, di tengah perjalanan kapal mengalami gangguan stabilitas akibat cuaca buruk.

“Untuk menghindari risiko yang lebih besar, kapal kemudian dikandaskan secara sengaja di perairan dangkal sebagai langkah pengamanan,” ujarnya.

Menurut Takwim, lokasi pengandasan kapal tidak berada di alur utama pelayaran sehingga tidak mengganggu aktivitas kapal lain di perairan tersebut.

Akibat kejadian itu, sebagian muatan limbah B3 berupa oil water dan slug oil dilaporkan tumpah ke laut. Dari pendataan awal, sekitar 100 jumbo kantong limbah padat terbawa arus, serta terjadi tumpahan muatan cair dari beberapa tangki kapal.

Terkait penanganan sementara, pihaknya telah melakukan pemasangan oil boom sepanjang total 180 meter, penyedotan muatan dari tangki kapal, alih muatan ke tongkang, serta pengumpulan material limbah yang tercecer untuk dibawa ke fasilitas pengelolaan limbah B3.

“Setelah dilakukan penyedotan dan penanganan awal, posisi kapal kini telah berhasil distabilkan dan kembali mengapung. Selanjutnya, LCT Mutiara Garlib Samudra ditarik ke galangan PT Trigger Trans International untuk penanganan lanjutan. Kami akan memanggil nakhoda, pemilik kapal, serta pemilik muatan untuk dimintai keterangan,” jelasnya. (Nando)