
AlurNews.com — Pemerintah Kota Batam akan menggelar gotong royong massal pada Rabu, 11 Februari 2026, sebagai langkah konkret menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Simpang K-Square yang selama ini rawan genangan akibat saluran drainase tersumbat.
Persiapan gotong royong diawali dengan peninjauan langsung kondisi drainase oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, Sabtu (7/2/2026). Peninjauan tersebut bertujuan memetakan titik-titik saluran yang mengalami penyumbatan dan pendangkalan.
Hasil pemetaan lapangan akan menjadi fokus utama dalam aksi gotong royong massal yang merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata.
“Aksi gotong royong ini merupakan wujud komitmen nyata Pemko Batam dalam menindaklanjuti Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” ujarnya, dikutip dari Media Center Pemko Batam.
Menurut Rudi, Gerakan Indonesia ASRI tidak sekadar kegiatan rutin, melainkan gerakan kolaboratif lintas sektor untuk mewujudkan Batam ASRI (aman, sehat, rapi, dan indah).
Pelaksanaan gotong royong massal ini akan melibatkan sekitar 1.000 hingga 1.500 personel gabungan yang terdiri dari jajaran Pemko Batam, TNI, Polri, serta partisipasi masyarakat. Fokus utama kegiatan adalah normalisasi saluran drainase primer dan sekunder di sekitar Simpang K-Square.
“Normalisasi drainase menjadi prioritas karena kawasan ini kerap mengalami pendangkalan yang berpotensi menimbulkan genangan,” jelas Rudi.
Melalui kegiatan tersebut, Pemko Batam berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, terutama tidak membuang sampah ke saluran air.
“Kami mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi. Pembangunan Batam harus sejalan dengan budaya hidup bersih. Mari kita sukseskan gotong royong ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya. (red)

















