
AlurNews.com – Solidaritas jurnalis di Batam menguat untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah organisasi jurnalis akan menggelar doa bersama untuk mendoakan keselamatan seluruh rombongan yang hingga kini belum ditemukan.
Doa bersama digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Batam di halaman Media Center DPRD Kota Batam, kawasan Alun-Alun Batam, Minggu (13/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para jurnalis untuk saling menguatkan sekaligus menyampaikan dukungan kepada keluarga delapan orang yang masih menunggu kabar dari proses pencarian.
Baca Juga: Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, 2.462 Penumpang Batal Terbang dari Batam
Memasuki hari keenam pencarian, lima jurnalis dan tiga kru kapal itu belum diketahui keberadaannya. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) pagi menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi.
Kabar terakhir dari rombongan diterima pada Senin sore. Salah satu kru kapal sempat mengirimkan foto kepada keluarganya sekitar pukul 16.00 WIB dan menyampaikan bahwa rombongan berada di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam kondisi aman. Setelah itu, komunikasi terputus.
Keluarga bersama perwakilan media kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Banten pada keesokan harinya. Tim SAR selanjutnya melakukan pencarian terhadap seluruh anggota rombongan.
Lima jurnalis yang berada dalam speedboat tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas.
Adapun tiga kru kapal yang ikut hilang adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu wisata.
Ketua PFI Kepri Tommy Purniawan mengatakan doa bersama merupakan bentuk dukungan dan harapan agar seluruh rombongan segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Saya bisa merasakan betapa sedihnya keluarga teman-teman kita yang belum ditemukan hingga saat ini,” ujarnya.
Tommy mengatakan tugas jurnalistik terkadang mengharuskan wartawan berada dekat dengan lokasi peristiwa untuk memperoleh informasi secara langsung. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas.
“Ketika yang lain menghindari bencana, jurnalis justru mendatangi. Bukan karena kami tidak takut, tapi karena kami ingin mengabarkan informasi terbaru untuk masyarakat,” ujarnya.
Ketua AJI Kota Batam Yogi Eka Sahputra mengajak para jurnalis di Batam ikut dalam doa bersama tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan seprofesi yang tengah menghadapi musibah.
“Kita kirimkan doa terbaik untuk kawan-kawan kita yang mengalami musibah ketika mencari informasi untuk kepentingan publik,” kata Yogi.
AJI Indonesia, lanjut Yogi, juga telah mendesak seluruh pihak dan otoritas terkait mengerahkan sumber daya secara maksimal serta memperkuat koordinasi dalam operasi pencarian.
“Kami juga menyampaikan solidaritas dan dukungan kepada keluarga, sahabat, dan seluruh rekan kerja mereka yang saat ini berada dalam situasi penuh kecemasan,” kata Yogi. (red)
















