AlurNews.com – Kekhawatiran masyarakat Kota Batam setelah pemadaman listrik menyeluruh atau blackout pada Senin (12/10/2026) kemarin memicu antrean panjang di seluruh SPBU yang ada di Batam sejak Selasa (13/10/2026) pagi.
Seperti di SPBU Bundaran Nongsa-Punggur yang memperlihatkan antrean hingga sepanjang 500 meter yang diketahui sudah mulai terjadi sejak pukul 06.00 WIB, hingga menjelang pukul 18.00 WIB, Selasa (13/10/2026) sore.
Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan mobil pribadi yang hendak mengisi bahan bakar hingga tangki penuh. Kecemasan masyarakat akan terjadinya blackout, membuat mereka memilih mengisi bahan bakar lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan yang lebih luas.
Baca Juga:Â Hewan Liar Ganggu Gardu Listrik Sei Harapan, Hasil Investigasi PLN Batam Paska Batam Blackout
“Harus segera isi BBM, katanya Batam mau blackout lagi. Enggak apa-apa kita ikut antre panjang daripada enggak dapat minyak,” ujar Nia, warga Perumahan Bida Asri, yang ditemui saat mengantre.
Nia mengaku, pemadaman listrik yang melanda Batam berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Selain khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar, warga juga menghadapi persoalan air bersih, gangguan sinyal komunikasi, hingga sulitnya mendapatkan sejumlah kebutuhan darurat.
“Kepanikan semakin terasa karena masyarakat belum sepenuhnya pulih dari dampak pemadaman listrik sebelumnya,” ujarnya.
Saat ini, Nia juga menyebut lilin dan bahan bakar eceran sempat sulit diperoleh ketika warga berupaya memenuhi kebutuhan selama listrik padam.
“Sudah pada panik buying orang sekarang. Tadi malam lebih parah lagi, minyak eceran di pinggir jalan pun susah didapat. Bagus kita mengantre sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan pasokan BBM untuk wilayah Batam, Bintan, dan Tanjungpinang tetap dijaga.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani mengatakan perusahaan terus memantau ketersediaan stok serta kesiapan sarana dan fasilitas distribusi untuk memastikan penyaluran BBM berjalan lancar.
Menurut Silvani, ketersediaan solar di Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban juga dipastikan mencukupi untuk mendukung kebutuhan penyaluran.
“Kesiapan pasokan dan infrastruktur distribusi terus dijaga guna mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan bahan bakar, termasuk untuk mendukung operasional pembangkit listrik maupun genset apabila diperlukan, sesuai mekanisme penyaluran yang berlaku,” jelasnya melalui keterangan tertulis saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026) malam.
Pertamina menyatakan operasional terminal BBM, SPBU, dan SPBE di wilayah terdampak tetap berjalan dengan dukungan genset selama gangguan kelistrikan berlangsung.
Berdasarkan pemantauan perusahaan pada Selasa (13/10/2026), pasokan listrik di sejumlah wilayah telah berangsur pulih. Namun, normalisasi kelistrikan di Batam masih dilakukan secara bertahap dan disertai pemadaman bergilir.
Pertamina juga menyebut penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan normal. Berdasarkan pemantauan perusahaan, aktivitas pelayanan di SPBU terpantau kondusif dengan jumlah kendaraan yang melakukan pengisian dalam kondisi terkendali.
“Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, Pertamina terus memantau stok secara berkala dan memperkuat kesiapan distribusi di wilayah terdampak,” jelasnya. (Nando)


















