DPRD Kepri Minta Masyarakat Batam Tak Panic Buying dan Percaya Hoaks

Warga Batam Panic Buying
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan meminta masyarakat tak panic buying pascapemadaman listrik. Foto: AlurNews.com

AlurNews.com – Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan mengingatkan masyarakat Batam agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi menyusul pemadaman listrik yang melanda wilayah Batam selama lebih dari 12 jam.

Iman menilai, penyebaran kabar bohong atau hoaks terkait gangguan listrik berpotensi memicu keresahan masyarakat sekaligus memengaruhi kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam.

Hal ini dijelaskannya, setelah beredar informasi yang menyebutkan pemadaman listrik akan berlangsung beberapa hari ke depan di media sosial.

Baca Juga: Masyarakat Khawatir Listrik Padam Lagi, Antrean SPBU Mengular Sejak Pagi

“Jangan sampai di era media sosial ini, hoaks lebih cepat daripada berita. Ini bisa membahayakan investasi di Batam,” jelasnya saat ditemui di Batam, Selasa (13/10/2026).

Selain kelistrikan, pihaknya juga menyoroti terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setelah pemadaman listrik meluas.

Antrean yang muncul di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan gangguan listrik kembali terjadi. Memilih mengisi bahan bakar minyak (BBM) hingga tangki penuh untuk mengantisipasi kondisi darurat.

“Masyarakat jangan takut tidak kebagian BBM. Jangan panik dan jangan melakukan panic buying,” ujarnya.

Iman menyebut pasokan BBM dipastikan aman hingga akhir tahun, serta masyarakat diminta tidak mengambil keputusan berdasarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

“Pembelian BBM secara berlebihan justru berpotensi memperpanjang antrean di SPBU dan menyulitkan masyarakat lain yang membutuhkan bahan bakar,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu menilai, informasi tidak akurat yang mulai menyebar di media sosial, dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap kepastian operasional industri dan dunia usaha di Batam.

Dampaknya, calon investor berpotensi mempertimbangkan kembali rencana investasinya. Sementara, pelaku usaha yang sudah beroperasi bisa mempertanyakan keandalan infrastruktur kelistrikan terutama di kawasan industri.

Iman juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di Batam dan wilayah Kepri lainnya. Walau memberi apresiasi, Iman menilai pemulihan pasokan saja tidak cukup tanpa langkah perbaikan dan pencegahan.

Iman meminta PLN Batam memperkuat keandalan jaringan dan memastikan kecukupan pasokan listrik agar kebutuhan rumah tangga, industri, dan sektor usaha dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Keandalan listrik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga aktivitas ekonomi Batam, yang selama ini berkembang sebagai kawasan industri dan tujuan investasi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono menjelaskan gangguan kelistrikan terjadi sejak pukul 06.37 WIB, yang berawal dari Gardu Listrik Sungai Harapan, Sekupang dan berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Batam.

Adanya gangguan hewan liar yang masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan, diduga menjadi penyebab padamnya sistem kelistrikan total atau Blackout di Kota Batam, Senin (12/10/2026) kemarin.

Meski demikian, penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran oleh tim teknis dan pihak berwenang.

“Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan,” jelasnya dalam konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (13/10/2026) pagi. (Nando)