ISPA Masih Mengintai Warga Batam, 383 Kasus Tercatat dalam Sehari

Kabut asap karhutla melanda Kota Batam. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat 383 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) di tengah persoalan kualitas udara yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan (Karhutla)

Berdasarkan laporan harian Dinkes Batam pada, Kamis (15/10/2026) jumlah tersebut menurun dibandingkan sehari sebelumnya, Selasa (13/10/2026), yang mencapai 405 kasus.

“Meski mengalami penurunan, angka tersebut menunjukkan kasus ISPA masih ditemukan dalam jumlah cukup tinggi di Batam,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam, Melda Sari dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2026).

Data Dinkes Batam juga memperlihatkan bahwa kasus ISPA tersebar di sejumlah wilayah, dengan Puskesmas Botania mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 41 kasus, disusul Puskesmas Sei Panas dengan 32 kasus.

Sementara itu, Puskesmas Baloi Permai dan Mentarau masing-masing mencatat 29 kasus, sedangkan Puskesmas Lubuk Baja melaporkan 26 kasus.

“Berdasarkan kelompok usia, laporan Dinkes Batam menunjukkan warga berusia 19–59 tahun menjadi kelompok dengan jumlah kasus ISPA terbanyak,” ujarnya.

Dari data tersebut tercatat 197 kasus berasal dari kelompok usia 19-59 tahun. Serta 66 kasus pada anak berusia di bawah lima tahun, 51 kasus pada kelompok usia 5–9 tahun, dan 46 kasus pada kelompok usia 10–18 tahun. Sementara warga berusia di atas 60 tahun tercatat sebanyak 23 kasus.

Terkait pemantauan kualitas udara dengan menggunakan indikator Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara Batam masuk pada kategori tidak sehat dengan nilai 101–200 dan sangat tidak sehat pada rentang 201–300.

“Penggunaan masker yang sesuai saat berada di lingkungan berpolusi, mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika udara tidak sehat, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau keluhan berat merupakan langkah yang dapat dipertimbangkan,” jelasnya. (Nando)