AlurNews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan proyek Rempang Eco-City bergerak pada November 2026. Dalam tahap awal, pengembangan akan fokus pada sektor agro, dan ketahanan pangan dengan melibatkan masyarakat setempat.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis mengatakan pihaknya akan mendorong pelaksanaan program tersebut bersama PT Makmur Elok Graha (MEG) selaku pengembang Rempang Eco-City. Realisasi program bergantung pada kesiapan lahan, dan kesiapan pihak semua yang terlibat dalam pengembangan kawasan.
“Mulai bergerak dengan MEG, awal bulan depan. Tapi program-program sosial seperti Sekolah Integrasi Merah Putih kan sudah,” jelasnya saat ditemui di kawasan Kabil, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga: BP Batam dan Kementerian Transmigrasi Perkuat Sinergi Pengembangan Rempang Eco City
Menurut Fary, nantinya pengembangan Rempang Eco-City dirancang mencakup sejumlah sektor mulai dari agro, ketahanan pangan hingga energi. Namun, sektor pangan menjadi prioritas awal yang akan didorong BP Batam.
Program ketahanan pangan tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan kawasan, tetapi juga diarahkan untuk melibatkan masyarakat dalam aktivitas ekonomi di Rempang.
“Yang pertama kita mau dorong ini adalah agro, ketahanan pangannya. Terus ada juga untuk power energy dan beberapa program selanjutnya,” ujarnya.
BP Batam saat ini tengah mendorong realisasi pengembangan apabila lahan dan pihak pelaksana telah siap. Adapun kepastian mengenai luas lahan dan alokasi yang akan digunakan masih berkaitan dengan kewenangan deputi yang membidangi pengelolaan lahan di BP Batam.
“Kalau sudah siap di sana, kita sudah siap untuk mendorong kesiapan lahannya. Kalau mereka sudah siap, kita sudah bisa jalan,” ujarnya.
Fary menyebut Rempang Eco-City merupakan salah satu dari tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi perhatian BP Batam. Dua proyek lainnya adalah PSN Wiraraja dan PSN Tanjung Sauh.
“Untuk PSN Wiraraja, penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) akan dilakukan. Sementara itu, proyek Tanjung Sauh disebut telah berjalan dengan nilai investasi sekitar Rp4 triliun,” jelasnya. (Nando)

















