Teknisi Pesawat Tewas Terseret Bus

eknisi pesawat asal Filipina meninggal dalam kecelakaan di Singapura.(foto/Asiaone)
Teknisi pesawat asal Filipina meninggal dalam kecelakaan di Singapura.(foto/Asiaone)

ALURNEWS.COM – Seorang teknisi pesawat tewas di tempat dalam kecelakaan di Singapura. Ia sempat terseret puluhan meter sebelum akhirnya dinyatakan meninggal di tempat.

ALURNEWS.COM – Seorang teknisi pesawat tewas di tempat dalam kecelakaan di Singapura. Ia sempat terseret puluhan meter sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Korban bernama German Gonzales mendapatkan pekerjaan di Singapura dua tahun lalu sebagai teknisi pesawat.

Setiap hari, pria bernama German Gonzales (31) ini menelepon istrinya di Filipina. Ia selalu bertukar kabar dengan keluarganya.

Pada Kamis malam kemarin, dia melakukan hal yang sama. Kala itu ia sempat mengatakan bahwa dirinya berharap segera pulang dan melihat istri dan dua anak mereka yang masih kecil setelah pandemi berakhir.

Baca: Ex-officio Berakhir, Jabatan Kepala BP Batam “Bodongkah” ?

Tapi itu adalah kali terakhir suami dan istri ini berkomunikasi via telepon.

German Gonzales yang mengendarai sepeda itu tewas dalam kecelakaan di jalan raya pada Jumat (19/3) setelah terjebak di bawah bus di persimpangan Loyang Avenue dan Pasir Ris Drive 1, Singapura.

Seorang sopir bus berusia 63 tahun dari operator bus SBS Transit telah ditangkap polisi karena mengemudi sembarangan.

Ulahnya itulah yang menyebabkan kematian, dan polisi sedang menyelidiki kecelakaan tersebut.

Berbicara kepada harian malam berbahasa Mandarin Lianhe Wanbao dari Filipina, istrinya, Shiela Marie, 29, berkata ia sangat terkejut.
"Saya tidak berpikir bahwa hidupnya akan berakhir begitu saja.
"Hati saya sangat sakit, dan saya tidak tahu harus berbuat apa."
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 10.30 malam pada Jumat lalu. 
Lianhe Wanbao melaporkan bahwa pengendara sepeda tersebut sempat terseret sekitar 30 meter di bawah bus.

Baca: Tak Kantongi Izin, Polisi Bubarkan Paksa Kegiatan PMFN di Welcome To Batam
Tim penyelamat dari Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) menggunakan peralatan pengangkat untuk melepaskan Gonzales. Dia dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Ms Marie mengatakan kepada surat kabar berbahasa China Shin Min Daily News bahwa dua putra pasangan itu, yang berusia delapan dan sembilan tahun, menangis tanpa henti sejak mereka mengetahui kematian ayah mereka.
“Saya tidak tahu harus berbuat apa. Dia selalu menggunakan sepedanya untuk berangkat kerja, jadi saya tidak tahu kemana dia pergi malam itu,” katanya.
Ms Marie mengatakan keluarganya akan mengurus pengaturan pemakaman dan bahwa jenazahnya akan diterbangkan kembali ke Filipina pada Senin (22/3)ini.
Shin Min Daily News melaporkan bahwa Marie telah menulis posting Facebook yang didedikasikan untuk suaminya.
“Ayo kita jalan-jalan lagi, aku akan tetap berada di sisimu. Kuharap ini semua hanya mimpi,” ucapnya.(*)

Sumber: AsiaOne/redaksi1