Seorang etnis Rohingya, Mohammad Yasin yang membantu petugas pemadam kebakaran mengatakan kebakaran berlangsung lebih dari 10 jam dan ini terparah sejak 2017.
Sementara itu, seorang relawan dari organisasi anak-anak, Tayeba Begum, mengatakan massa berteriak-teriak dan lari sementara anak-anak juga menangis dan berlarian dalam kejadian tersebut.
Itu adalah kebakaran ketiga di kamp dalam empat hari, kata seorang pejabat pemadam kebakaran Sikder kepada AFP.
Dia mengatakan dua kebakaran terpisah di kamp itu Jumat lalu menghancurkan sejumlah gubuk.
Dua kebakaran besar juga terjadi di kamp pada Januari lalu, menyebabkan ribuan pengungsi kehilangan tempat tinggal dan empat sekolah milik Dana Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSC)ikut terbakar.(*)















