Kelakuan Remaja Singapura Menuai Kecaman, Camping Pakai Ritual di Toilet

Polisi singapura kini menyelidiki kasus perundungan remaja di Singapura.(alurnews.com/asiaone)

ALURNEWS.COM – Aksi perundungan juga terjadi di Singapura. Sebuah potongan video viral menggambarkan aksi para remaja yang tega kencing di punggung rekannya.

Kejadian itu diduga dilakukan di sebuah toilet saat mereka melakukan camping belum lama ini.

Kegiatan sekolah dimaksudkan untuk membantu memperkuat ikatan di antara siswa saat mereka bersenang-senang, tetapi perkemahan semacam itu tampaknya telah berjalan terlalu jauh.

Baca: Implementasi Travel Corridor Arrangement (TCA) Pemerintah Indonesia dan Singapura Mulai Berlaku Pada 26 Oktober 2020

Dalam video klip yang beredar di media sosial pada Senin (22/3) malam, sekelompok siswa laki-laki terlihat bergiliran buang air kecil di punggung dua teman sekolahnya yang sedang jongkok telanjang di kamar mandi.

“Aku ingin kamu mengosongkan pembuluh darahmu … kamu lebih baik kencing,” kata seorang siswa yang lain.

“Kencing di rambut, kencing di rambut,” desak yang lain seperti dilansir Asiaone, Selasa (23/3).

Ketika salah satu dari pasangan itu menekan kenop shower, seseorang berteriak “Jangan mandi!” ucapnya.

Klip tersebut diyakini masih dibuat di Ngee Ann Polytechnic, saat acara camping yang diadakan oleh komunitas organiasi mahasiswa, belum lama ini.

Acara itu ditengarai belum lama karena beberapa siswa terlihat mengenakan masker wajah.

Video tersebut memicu kemarahan di antara netizen yang mengkritik tindakan para remaja itu.

Netizen juga menyerukan kepada politeknik untuk mengambil tindakan tegas atas tindakan tak senonoh tersebut.

Yang lain mengatakan bahwa lebih banyak yang harus dilakukan untuk mereka yang terlibat dalam insiden intimidasi.

Bahkan ada yang menyarankan pembubaran serikat mahasiswa karena klip video telah menunjukkan bahwa mereka melanggar hak-hak siswa.

NPSU juga menjadi trending topic di Twitter dalam semalam, disertai lebih detail informasi tentang insiden tersebut.

Mereka juga meminta mereka yang ada di video untuk menjelaskan tindakan mereka.

“Bagaimana jika dia tidak setuju dengan orang yang mengencingi dia? Bagaimana jika mereka melakukan ini pada orang lain? Juga jika kita membiarkan slide ini, mereka hanya akan melakukan lebih banyak omong kosong orang lain, “seorang mahasiswa dari politeknik bertanya dalam sebuah tweet.