Ansar: Kita Harus Punya Keyakinan, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Gubernur H. Ansar Ahmad menyambut baik program koordinasi, supervisi pencegahan korupsi yang diinisiasi oleh KPK.(AlurNews.com/ist)
Gubernur H. Ansar Ahmad menyambut baik program koordinasi, supervisi pencegahan korupsi yang diinisiasi oleh KPK.(AlurNews.com/ist)

KEPRI,AlurNews.com – Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad menyambut baik program koordinasi, supervisi pencegahan korupsi yang diinisiasi oleh KPK.

Program yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 pada seluruh Pemerintah Daerah di Republik Indonesia karena hasilnya sudah dapat terlihat dengan semakin mudahnya masyarakat menerima pelayanan, semakin terbukanya pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang merupakan salah satu sumber terbesar terjadinya korupsi di Indonesia.

“Hasil yang di peroleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memang masih jauh dari sempurna. Capaian tahun 2020 atas indikator capaian Korsupgah hanya sebesar 75,29 persen. Capaian ini menurun jika dibandingkan dengan capaian 2019 yaitu dengan capaian sebesar 89 persen”.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi pandemi sangat berpengaruh terhadap kinerja pendapatan daerah,” kata Gubernur Ansar pada Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Pemerintah Daerah se-Provinsi Kepulauan Riau di Aula Wan Sri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (24/03).

Turut hadir Kasatgas I Korsopgah KPK RI Maruli Tua Manurung, Kasatgas Pendidikan RI Agung Kusnandar, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Jumaga Nadeak, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H. TS. Arif Fadillah, Kejati Kepri Hari Setiono, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto.

Kepala Zona Kamla Maritim Barat Laksamana Pertama TNI Hadi Pranoto, Kogabwilhan I Brigjen TNI Srigunanto, Danlanud RHF Tanjungpinang Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Bupati/ Walikota se-Provinsi Kepulauan Riau, Ka. Kanwil BPN Provinsi Kepulauan Riau Askani, Instansi Vertikal, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau, OPD Provinsi Kepulauan Riau terkait.

Gubernur Ansar menegaskan bahwa korupsi mampu merusak sendi-sendi bangsa, membuat cita-cita luhur pendiri bangsa sulit untuk diraih, kesejahteraan masyarakat terabaikan. Oleh karenanya dia bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau, mempunyai misi yaitu “Pelaksanaan Tata Kelola Pemerintahan Yang Bersih, Terbuka dan Berorientasi Pelayanan”.

“Tata kelola pemerintahan yang bersih adalah merupakan satu dari tujuh program unggulan yang akan dituangkan dalam Rencana Perencanaan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021–2026. Kami berharap dengan pemerintahan yang bersih, terbuka dan akuntable, dapat mempercepat pencapaian visi yaitu “Terwujudnya Kepulauan Riau Yang Makmur, Berdaya Saing Dan Berbudaya,” kata Gubernur Ansar.