Suku Vanuatu Anggap Pangeran Philip Sebagai Sosok Dewa

Suku Vanuatu yang memiliki kepecayaan tentang Pangeran Philip sebagai sosok Dewa.(sputnik news.com/ist)

ALURNEWS.COM – Sosok Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II, yang meninggal dua hari lalu pada usia 99 tahun memiliki makna tersendiri bagi anggota suku Yaohnanen di Pulau Tanna, Vanuatu, negara kecil di kepulauan Pasifik.

Bagi suku di Tanna itu, Pangeran Philip adalah sosok dewa.

Sekte The Prince Philip Movement didirikan pada 1950 di Desa Yaohnanen berdasarkan legenda setempat yang mengatakan roh dari Tanna dalam wujud seorang pria kulit putih akan datang dari belahan dunia lain untuk berperang dan kemudian menikahi seorang perempuan berkuasa sebelum kembali kepada mereka.

Pangeran Philip lahir di Yunani dan kemudian pergi ke Inggris untuk bergabung dengan militer dan ikut bertempur pada Perang Dunia Kedua. Dia juga kemudian menikahi seorang perempuan berkuasa, yaitu Ratu Elizabeth II.

Ketika kolonis Inggris datang ke Vanuatu, anggota suku di Tannu melihat foto sang Duke of Edinburgh itu dan menyimpulkan dia adalah jelmaan dari Roh yang mereka percayai itu.

Setiap tahun mereka merayakan hari ulang tahun Pangeran Philip dengan menari dan menggelar upacara khusus.

Keyakinan mereka makin kuat ketika Pangeran Philip mengunjungi Vanuatu dan bertemu dengan anggota suku tersebut.

“Saya melihatnya berdiri di atas dek memakai seragam dan saya yakin waktu itu dialah Sang Juru Selamat,” kata Ketua Jack of the Yaohnanen, seperti dilansir laman Sputnik News, Minggu (11/4).