[Alur Kisah] Briptu Mohd Idris: Jaring Ikan Demi Tes Masuk Polisi

Demi membantu kedua orang tua, apapun ia lakukan. “Saya sadar waktu itu. Orang tua saya bukan orang berada. Jadi dari Kecil saya sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan orang dewasa. Yang penting untuk jajan saya sudah tidak merepotkan kedua orangtua. Dan untuk biaya sekolah, saya bisa meringankan beban orang tua,” cerita Anggota Polri yang kini bertugas di satuan Brimob Polda Kepri.

Briptu Mohd Idris bersama Keluarga tercinta.

Idris mengaku, pekerjaan yang paling berat sering ia kerjakan ketika itu, yakni memanen kelapa.

“Setiap libur sekolah SMP dan SMA membantu bapak kekebun, bakar tempurung, mendodos kelapa. Kalau kata orang Bugis, mappaturung kaluku. Itulah yang sering ku lakukan sejak kecil, sejak saya masih sekolah,” kenang Idris.

Dikala teman-teman bermain disaat libur tiba. Idris malah berkebun bersama ayahnya. Kebun ketika itu, menjadi tempat Idris bermain pula, sembari membantu orang tua.

Kebun orang tua Idris, bukanlah berjarak 50 meter ataupun 100 meter. Melainkan, Idris harus menggunakan pompong untuk sampai ke Kebunnya.

“Dari Tembilahan itu harus naik pompong dulu ke kebun. Di kebun kita nginap di pondok sampai satu (1) minggu bawa stok makan. Kadang dikebun itulah tempat ku main sambil belajar. Karena waktu itu, kadang tak sekolah demi bantu orang tua. Kan kasihan tak ada yang bantu,” kenang Idris.