Kata Idris, bukan sebuah didikan keras ala militer yang membuatnya kuat dan mandiri hingga saat ini. Tapi karena keterbatasan, kekurangan yang dimiliki keluarganya lah yang membuatnya selalu semangat, selalu mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan untuk nya.
“Saya bangga terlahir dari keluarga yang serba kekurangan. Karena kondisi itu mendidik saya untuk menjadi anak yang mandiri dan menjadi anak yang selalu bersyukur dalam hidup,” ungkapnya.
Kelulusan SMA telah ia raih. Idris pun memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota Polri. Sesuai impian yang ada pada dirinya. Idris ketika itu, mendaftarkan diri di SPN Polda Riau.
Namun lagi-lagi, sebelum berada pada titik impian yang diinginkannya. Idris melalui berbagai rintangan. Ketika itu, Ia rela bekerja sebagai seorang nelayan untuk mengumpulkan uang demi mengikuti tes masuk Polisi.
“Massa tes sembari menunggu pembukaan. Saya ikut kelaut jaring ikan, kumpul duit buat biaya tranportasi ke Provinsi, termasuk untuk beli materai syarat dari ADMINISTRASI pendaftaran,” cerita Idris.
Idris adalah sosok Pemuda desa yang lahir dari keluarga yang berkehidupan serba kekurangan. ayahnya bernama Capiruddin dan ibunya Siti rahma.