BATAM, AlurNews.com – Hubungan yang kurang harmonis antar Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi sorotan banyak pihak, apalagi pasca curhatan Ansar Ahmad di media terbitan lokal belum lama ini, ditanggapi oleh Wakil Ketua III DPRD Kepri, dr. Tengku Afrizal Dahlan, MM. Sebagai sosok kacang lupa kulit. Hal itu mendapat respon Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepri yang juga Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri, Rizki Faisal.
Menurut Rizki Faisal, justru dr. Tengku Afrizal Dahlan, yang harusnya jangan reaksioner dan kekanak-kanakan. “Kok tokoh politik seperti ABG yang mudah Baperan, ga boleh itu,” cetus Rizki, Rabu, 11/8/21.
Baca juga : Seakan Tak Dianggap, Curhatan Gubernur Kepri: Ketika Acara di Batam, Camat Lurah Tak Satupun Hadir, Kenapa?
Lanjut Rizki Faisal, Ansar Ahmad sudah jauh lebih dulu malang-melintang di ranah politik di tingkat daerah maupun pusat. Dua periode menjabat Bupati Bintan juga DPR RI. Bahkan menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri.
“Kita tahu betul samangat beliau yang pengen adanya percepatan perubahan dalam roda perekonomian dan pembangunan di Kepri, terutama di masa Covid 19 ini, Bang Ansar tidak pernah mengeluh, selalu menjadikan setiap ujian sebagai tantangan yang harus dihadapi,” ujarnya.
Namun saat ini kita juga harus maklum, beliau didampingi oleh sosok wakil gubernur yang belum punya latar belakang politik yang jelas. “Mendampingi tokoh politik mungkin iya, tapi terjun langsung dengan insting politiknya kan belum pernah teruji,” tutur Rizki Faisal.
“Coba bayangkan, setiap reklame baliho yang terpasang di Batam, Walikota Batam bersama Wakil Gubernur Kepri. Rakyat bertanya-tanya ini maksudnya apa? seperti kontes suami-istri idaman atau apa?
Namun, kata Rizki, bang Ansar selaku Gubernur Kepri tidak pernah menanggapi hal sepele itu, tidak pernah reaksioner meminta pengurus Golkar menyinggung di media, seperti yang dr. Tengku Afrizal Dahlan, lakukan saat ini, terkesan sedikit-sedikit saat di kritik Nasdem ikut bicara.
“Saya berharap mental dan wawasan Wakil Gubernur kita saat ini juga mulai harus dibenahi jangan terkesan seolah anti kritik, sedikit disinggung mulai reksioner, dalam politik syaratnya mudah, jangan Baperan, jika masih Baperan maka jangan jadi tokoh/figur politik, kasian Gubernurnya. Nanti ibarat Sopir lincah kernetnya bermanja-manja, gimana mau dapat penumpang yang banyak,” dia mengibaratkan.
Rizki Faisal berharap dengan kepiawaian yang dimiliki bang Ansar Ahmad, beliau mampu membawa rakyat Kepri keluar dari keterpurukan ekonomi akibat Pandemi ini, meskipun didampingi oleh Ibu Wakil Gubernur yang pengalamannya belum seperti pak Ansar, semoga tidak juga merepotkan bang Ansar. Ada pepatah lama jika tidak bisa membangun menimal jangan merusak hasil bangunan yang sudah dibuat,” tutup Rizki Faisal.(red)