Pekerja DDW PaxOcean Mengaku: Dipecat Jika Beberkan Insiden 2 Pekerja Tewas Tertimpa Crane

Crane ambruk di PaxOcean Batam dan menewaskan dua orang pekerja. (Ft. AN)

BATAM, AlurNews.com – kecelakaan kerja yang terjadi di galangan kapal Tanjung Uncang, tepatnya di DDW PaxOcean Batam masih menyisakan teka-teki. Pasalnya, apa penyebab ambruknya alat berat crane di perusahaan tersebut Belum juga diketahui.

Namun, menurut informasi, dari insiden ambruknya Crane itu mengakibatkan dua pekerja tewas ditempat dan dua orang lainnya mengalami luka berat.

Baca juga: Crane di PT PaxOcean Batam Ambruk, Sejumlah Pekerja Tewas

Insiden kecelakaan kerja itu pun baru terendus awak media beberapa hari setelah kejadian itu. Ada yang menyebut. Kejadian itu sudah terjadi sejak 3-4 hari yang lalu. Namun, baik dari pihak kepolisian hingga pihak DDW PaxOcean Batam belum juga memberikan keterangan resmi terkait adanya insiden kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa itu.

Pengakuan mengejutkan saat AlurNews.com mencoba mencari tahu informasi terkait tewasnya sejumlah pekerja akibat ambruknya alat berat Crane di DDW PaxOcean Batam itu.

Seorang pekerja yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan, bahwa kejadian itu benar adanya. Namun, selaku pekerja yang cukup mengetahui kejadian itu tidak memiliki keberanian untuk memberikan informasi kejadian itu keranah publik.

Sebab, jika ia berani mempublikasikan kejadian yang memakan korban jiwa itu. Ancamannya adalah pemecatan.

“Ini di tempat kerja ku kejadiannya. Iy bahaya kalau di postingan nanti aku kena pecat juga. Sangat berisiko tinggi,” kata seorang pekerja DDW PaxOcean Batam yang juga mengetahui kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa tersebut.

Lebih lanjut kata dia, kejadian kecelakaan kerja tersebut sebenarnya sempat diungkap ke Media Sosial Facebook. Namun. Beberapa jam kemudian. Unggahan itu langsung dihapus kembali. “Langsung dihapus. Karena langsung dapat intimidasi gitu,” ungkap dia.

Alasan pihak DDW PaxOcean Batam mencoba menutup-nutupi insiden tersebut. Demi menjaga nama baik perusahaan itu sendiri

“Wajib semua perusahaan menutupi kalau ada insiden. Karena masalah nama baik perusahaan,” kata seorang pekerja kepada AlurNews.com, Minggu, 28/11/21.

Pekerja ini juga mengungkapkan bahwa, kedua korban jiwa yang tertimpa Crane ambruk telah diserahkan kepihak keluarga dan di makamkan di kampung halaman.