AlurNews.com – Finalis Puteri Indonesia 2022 asal Kepri Charmelita Dhita Oktivia membawa Advokasi @routetomarketindonesia, yakni berfokus memberikan edukasi kepada penjual di pasar tradisional dan UMKM mengenai perkembangan digitalisasi di pasar tradisional.
“Advokasi sangat penting. Kenapa, karena selain membawa nama Kepri, saya mau semuanya lebih realistis,” ujarnya saat berkunjung ke ke Kantor Redaksi AlurNews.com di Kompleks Ruko Mega Legenda, Batam Center, Jumat (25/3/2022).
Advokasi ini, sambungnya, merupakan implementasi dan fungsi dirinya sebagai Finalis Putri Indonesia 2022.
Menurut dia, advokasi-advokasi di Putri Indonesia adalah hal yang dibawa, sehingga berguna buat masyarakat.
“Yang saya bawa adalah @routetomarketindonesia, yaitu advokasi yang berfokus memberikan edukasi kepada penjual di pasar tradisional dan UMKM mengenai perkembangan digitalisasi di pasar tradisional,” katanya.
Selain digitalisasi, mahasiswi lulusan Teknik Mesin Universitas Trisakti ini juga membantu para pedagang dan UMKM dari aspek pengembangan bisnis yang baik. Bukan hanya digitalisasi, tapi melihat market pasarnya berpotensi ke arah mana.
“Misal kalau ada toko-toko kosmetik, toko kosmetik itu better ke estetika kan. Jadi yang harus difokuskan banget ke visibility-nya, pajangannya,” jelas wanita kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1997 ini.
Kedua, selain memberikan advokasi, Charmel juga bertemu dengan masyarakat-masyarakat di Kepri. Sebagai Putri Indonesia 2022 dari Kepri, ia tak hanya menyentuh kalangan atas saja, tapi semua kalangan, baik itu pemuda, masyarakat, pemerintah dan lain-lain.
“Dengan bertemu dengan semua kalangan masyarakat ini, saya bisa tahu potensi di kalangan masyarakat apa saja, dan apa yang mesti dikembangkan,” katanya.
Dengan mendatangi langsung ke masyarakat, ia dapat menampung aspirasi-aspirasi dan kreatifitas masyarakat, dan bila datang ke pemerintah dapat menyuarakan serta menyalurkan apa yang memang dirasakan masyarakat di Kepri. Sehingga suara masyarakat ini dapat didengar sampai ke atas.
“Dan setelah pemerintah mendengar, ke depannya bisa berkolaborasi dengan cara membuat suatu project yang tentunya berguna bagi masyarakat di Kepulauan Riau,” kata Charmel. (Sarma Haratua Siregar)


















![[Alur Kisah] Musrin: dari Kuli Panggul, Ngojek Hingga Jadi Pengacara Musrin](https://alurnews.com/wp-content/uploads/2021/05/4703897B-8678-4965-953F-035F24CDBD2E-100x70.jpeg)