Kopi Pangku, Fenomena Warkop Sajikan Layanan Plus-plus

Ilustrasi kopi pangku. (Foto: istimewa)

AlurNews.com – Bagi penikmat kopi, arabika atau robusta biasanya akan menjadi pilihan. Namun bagaimana dengan kopi pangku.

Namun jangan salah, kopi pangku bukanlah cita rasa dari kopi itu sendiri, melainkan cita rasa menikmati kopi sambil memangku seorang wanita.

Mengutip detik.com, warung kopi (warkop) pangku, yang menyajikan tambahan servis plus-plus dari para wanita penjaga, bertebaran di Kabupaten Gresik, Jawa timur (Jatim). Keberadaan warung kopi pangku di Gresik sudah rahasia umum, khususnya bagi kaum adam penikmat kopi.

Warkop pangku memiliki ciri khas yakni suara musik dangdut yang seolah memanggil para pelanggan mampir. Bak di etalase, sejumlah perempuan duduk di depan warung.

Meski manja dan menggoda, ternyata tak semua perempuan di warkop pangku mau diajak kencan di luar jam operasional warung. Tapi bagi pelanggan lama, perempuan-perempuan itu lebih terbuka untuk layanan yang ‘lebih’ dari sekadar pangku.

“Biasanya kalau sudah lama kenal, kita nanti tukar nomor WA mas. Lah di situ nanti kita lobi-lobi mas. Kalau mau, nanti setelah tutup warung kita ajak ke hotel biasanya,” kata salah satu pelanggan berinisial AW kepada detikJatim.

Pria asal Pakal Surabaya ini mengaku sering mendatangi warung kopi pangku di Kawasan Gresik, mulai yang ada di Cerme, di Menganti, di kawasan Kedamean, hingga yang ada di Balongpanggang.

Pelanggan merogoh Rp10 ribu untuk secangkir kopi. Namun jika ingin lebih dekat seperti memeluk si perempuan, maka pelanggan biasanya merogoh uang sekitar Rp25 hingga Rp50 ribu.