Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam Picu Inflasi Batam Mei 2022

Kota Batam alami sebesar 0,79 persen di Mei 2022. (Foto: alurnews.com)

AlurNews.com – Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,79 persen di bulan Mei 2022. Hal itu dipengaruhi oleh Indek Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada bulan Mei 2022 tercatat 110,35 sehingga terjadi inflasi 0,79 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Rahmad Iswanto mengatakan, inflasi tahun ke tahun yakni Mei 2022 terhadap Mei 2021 sebesar 4,94 persen.

“Inflasi Kota Batam di bulan Mei 2022 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran,” kata Rahmad, Senin (6/6/2022).

Rahmad merincikan sembilan kelompok pengeluaran yang mempengaruhi inflasi yakni makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 1,75 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 1,44 persen; kelompok transportasi naik sebesar 1,34 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,37 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,35 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 0,21 persen; kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,13 persen.

“kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,03 persen serta kelompok kesehatan naik sebesar 0,01 persen,” jelasnya.

Rahmad menerangkan bahwa kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

“Kelompok pendidikan juga tidak mengalami perubahan,” ujarnya.

Rahmad menjelaskan inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yakni di dominasi oleh kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

“Memberikan inflasi sebesar 0,5242 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu telur ayam ras, kacang panjang, daging ayam ras, cabai rawit dan air kemasan,” ujarnya.

Rahmad menambahkan komoditas yang
dominan memberikan andil deflasi, yaitu: minyak goreng, pepaya.

“Ada juga komoditas makanan seperti
udang basah ikan laut dan sotong juga ikut andil menyumbang angka inflasi pada kelompok makanan, minuman dan Tembakau,” tambahnya. (Bob)