Diduga Akun Owner Holywings Batam Tuding Oknum Giring Opini di Pemberitaan Media Massa

Komentar Andry Sie pada postingan instagram batampromotion. (Ft. Screenshot status IG)

Edi juga menyebutkan, kedatangan puluhan massa OTK yang diduga disewa oleh managemen tidak hanya berniat membubarkan, namun juga akan melakukan serangan fisik terhadap anggota Brinus yang akan melakukan orasi.

Dimana aksi yang dilakukan oleh Brinus, diakuinya hanya aksi damai guna menyampaikan beberapa poin tuntutan.

Diantaranya, meminta Holywings Batam meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat atas promosi kontroversi.

Menuntut Pemko Batam untuk mencabut izin operasional Holywings apabila tidak melakukan permintaan maaf.

“Kami hanya ingin menyampaikan tiga poin tuntutan. Tapi pihak managemen kami duga menyewa oknum preman hanya untuk melakukan kekerasan. Mereka saat mendatangi kami, sudah membawa balok dan mencoba memukul kami. Untuk itu kami memilih mundur,” terangnya.

Teranyar, dilansir dari Detik.com, Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri membantah dugaan kericuhan yang terjadi di Holywings Batam dari video pendek yang tersebar di platform media sosial.

Menurutnya keributan yang terjadi di sana bukan karena adanya aksi pembubaran massa yang sedang demonstrasi.

“Itu orang copet dikejar massa. Jadi bukan keributan (di Holywings),” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/6/2022).

Nugroho mengatakan insiden itu terjadi jelang konser di Holywings Kota Batam. Nugroho menilai ada yang sengaja untuk membuat kegaduhan.

“Tadi malam konser aman kok, dipolitisir (narasi terjadi kericuhan). Padahal kan orangnya (copet) lari di depan Holywings,” kata Nugroho.

Terakhir, Nugroho memastikan Holywings Batam dalam kondisi aman. Tidak terjadi gejolak seperti di daerah lain yang sedang berlangsung.

“Aman tidak ada apa-apa. Batam itu kota cinta damai, tidak mau ribut-ribut seperti itu dan aman semua,” tegas alumni Akpol 2000 tersebut.