
AlurNews.com – Sudah bertahun-tahun masyarakat di Tanjung Jabung (Tanjab) Timur tidak merasakan mulusnya aspal. Belasan kilometer jalan Tanjung Jabung hancur dan berubah menjadi lumpur.
Pembangunan pesat di daerah lainnya di Indonesia, membuat iri warga Tanjung Jabung Timur. Salah satunya Nini, warga Kecamatan Sadu.
“Kami hanya ingin akses yang baik dan layak saja. Tak ada kami minta macam-macam,” kata dia, Jumat (18/11/2022).
Baca juga : Lewat Dinas PUPR, Pemko Pekanbaru Gesa Perbaikan Jalan Yang Rusak
Nini mengatakan sudah beberapa tahun ini, jalanan di daerahnya rusak parah. Bahkan, jika hujan lebat, jalan tidak bisa diakses. Sebab berlumpur dan licin.
“Hari-hari kami tersiksa gara-gar jalan ini. Tolong Pak Jokowi, tolong perhatikan kami,” ujarnya.

Meski sudah protes, namun tidak ada tanda-tanda jalan tersebut diperbaiki. “Kami tidak merasakan perubahan,” tuturnya.
Akibat akses jalan yang rusak ini, sudah ada korban jiwa. Nina menceritakan warga daerah Lambur, terjebak di jalan yang rusak parah saat akan dilarikan menuju ke Kota Jambi.
Baca juga : Pemprov Kepri Gelontorkan Rp10 M Perbaikan Jalan di Simpang Franky-Simpang BNI-Under Pass Pelita
“Tapi akibat jalan itu, nyawanya tidak tertolong. Gara-gara ambulans tidak bisa menerobos jalan yang hancur,” ungkap Nini.
Lain halnya dengan Ilham Putra. Ia mengatakan rusaknya jalan, menyebabkan masyarakat kesulitan menjual hasil pertaniannya.
Sehingga, biaya transportasi pun menjadi mahal. Harusnya bisa dijual langsung ke Jambi, namun akibat keterbatasan kendaraan. Para petani mau tak mau rela hasil kebunnya dijual ke para tengkulak.
“Kami hanya meminta akses jalan yang lancar, tak masalah tidak lebar. Asal lancar saja sudah cukup,” ungkapnya.

















