Batam Mulai Terapkan Pembelian Solar Gunakan Fuel Card 3.0

Pembelian solar di Batam mulai gunakan fuel card 3.0. (Foto: kontan)

AlurNews.com – Pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di Batam mulai menggunakan kartu Fuel Card 3.0 per 16 Januari 2023.

“Pembelian Solar di seluruh SPBU Batam sudah harus menggunakan Fuel Card 3.0,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau dikutip dari Antaranews.com.

Untuk kartu lama, kata dia, Brizzi Card atau kartu kuning sudah tidak bisa digunakan lagi atau non aktif khusus untuk pembelian BBM Solar.

“Kartu Brizzi bisa digunakan kalau dia sudah mendaftar kartu Fuel Card 3.0, karena kartu baru itu jadi dalam waktu 3 hari. Jadi harus ada bukti sudah daftar kartu Fuel Card 3.0 baru bisa pakai kartu Brizzi,” ujarnya.

Gustian menambahkan, pembelian Bio Solar terbagi dalam lima kategori di antaranya untuk kendaraan roda empat pribadi dengan pengisian maksimal 25 liter per hari, mobil roda empat jenis angkut barang maksimal 30 liter, mobil roda empat jenis angkutan orang maksimal 40 liter, mobil angkutan barang roda enam maksimal 50 liter, dan mobil angkutan orang roda enam dengan maksimal 80 liter per hari.

“Dulu pembelian solar masing-masing 30 liter, namun banyak yang protes karena merasa tidak adil. Jadi berdasarkan perwakilan yang terbit Oktober 2022 lalu, pengisian solar dibagi berdasarkan jenis kendaraan,” katanya .

Ia mengimbau bagi pemilik kartu Brizzi atau kendaraan solar yang belum mendaftar, segera melakukan peralihan ke kartu Fuel Card 3.0.

Hingga 16 Januari 2023, Disperindag Batam mencatat sebanyak 4.700 orang telah memiliki kartu Fuel Card 3.0 dari total data pengguna BBM Solar sebanyak 6.500 orang.

Pihaknya membuka posko pengaduan di lantai 1 dan 5 Gedung Bersama Pemkot Batam yang dibuka hingga 31 Januari 2023.

“Kami sudah beri waktu sejak November 2022 lalu, agar semua pihak yang merasa memiliki Kartu Brizzi agar melakukan pendaftaran ulang. Namun ternyata dari 6.500 kendaraan, yang baru mendaftar 4.900 kendaraan,” kata Gustian. (ib)