Nelayan Pesisir Rempang yang Kini Kurangi Aktifitas Melaut

Insert foto Posko Tim Sosialisasi Percepatan Rempang Eco-City (nando)

Hal senada juga diakui oleh Sobirin, salah satu nelayan dari Kampung Tanjung Banon yang kini lebih memilih lebih banyak menambatkan perahu miliknya.

Menurutnya menjaga kampung kelahiran istrinya, merupakan sebuah hal penting yang perlu dilakukan.

“Saya memang bukan warga asli. Namun istri saya kelahiran kampung ini. Pilihan tidak melaut adalah pilihan yang berat sebenarnya,” paparnya.

Berbeda dengan Amran, kondisi tidak melaut sedikit membuat pusing bagi dirinya. Terutama saat istri bertanya mengenai mencari biaya, untuk kebutuhan anak dan sehari-hari.

“Kami dibuat tertekan seperti ini. Melaut takut tiba-tiba ada tim penggusuran datang, tidak melaut tidak dapat penghasilan apapun,” ujarnya.

Memilih Tidak Ikuti Pendaftaran Relokasi

Terkait percepatan pembangunan Rempang Eco-City yang terus digalakkan Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah. Tim sosialisasi percepatan Rempang Eco-City, saat ini mulai terpantau masuk ke wilayah masing-masing Kampung yang berada di Kecamatan tersebut.

Salah satunya terpantau di Desa Pasir Panjang, Minggu (17/9/2023). Pantauan di lokasi, tim sosialisasi menggunakan lahan milik salah satu warga, untuk mendirikan posko sementara sembari menunggu warga untuk mulai mendaftarkan diri demi mendapat ganti rugi dalam pengembangan proyek ini 

“Sampai saat ini, baru ada satu warga kampung yang datang ke pos,” ungkap salah satu petugas yang ditemui di lokasi.