Penerapan Kebijakan Visa on Arrival di Kepri Terus Digesa

visa on arrival di kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat konferensi pers Bintan Triathlon 2023 di Bintan, Sabtu (21/10/2023). Foto: Diskominfo Kepri

AlurNews.com (Advertorial) – Penerapan kebijalkan visa on arrival di Kepri terus digesa. Hal itu diungkapkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat konferensi pers acara Bintan Triathlon 2023, Sabtu (21/10/2023).

Ansar mengatakan persoalan visa on arrival ini masih menjadi pekerjaan rumah yang selalu digesa. Penerapan kebijakan tersebut kata Ansar akan membuat Kepri menjadi primadona pariwisata di Indonesia.

“PR kita, kita harus terus mendorong pemerintah pusat supaya Visa on Arrival (VoA) itu kalau bisa ditiadakan, kalau tidak memungkinkan pun kita minta keringanan supaya diberlakukan short visa” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.

Baca Juga: Dirjen Imigrasi Terbitkan Golden Visa Pertama untuk Pendiri ChatGPT, Samuel Altman

Jika tidak memungkinkan untuk dihapuskan, short visit visa dengan biaya lebih rendah bisa menjadi opsi untuk menambah ketertarikan wisatawan asing mengunjungi Kepri.

“Apalagi untuk event singkat seperti triathlon ini, penting sekali short visit untuk turis kita karena tidak bisa menggeneralisir turis kita yang saat ini rata-rata 3,5 sampai 4 hari length of stay nya” ujarnya.

Senada dengan Ansar, Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo berharap upaya untuk melobi Dirjen Imigrasi dan pemerintah pusat dapat didengar dan segera diberlakukan.

General Manager PT. Bintan Resort Cakrawala Abdul mengatakan event Bintan Triathlon tahun ini pesertanya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, salah satu penyebab terbesarnya adalah persoalan visa on arrival.

“Kami berharap dengan sangat dengan adanya visa on arrival secara singkat, yang tadinya 50 dollar, menjadi misalnya 10 dollar ini akan lebih memungkinkan ramai peminat yang akan datang untuk berpartisipasi dalam event-event di Bintan” katanya. (Pije)