Dinkes Batam Tingkatkan Sumber Daya untuk Intervensi Stunting

BKKBN Perwakilan Kepri bentuk 1.099 TPK percepat penurunan angka stunting. (Foto: istimewa)

AlurNews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melakukan berbagai cara dalam mengatasi stunting di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Salah satunya meningkatkan sumber daya untuk mengintervensi spesifik persoalan stunting.

Yakni melaksanakan orientasi, pertemuan, rapat-rapat koordinasi dan berbagi pelatihan. Pihaknya juga turut melakukan penguatan perencanaan dan penganggaran, serta peningkatan kualitas pelaksanaan dan kualitas monitoring evaluasi di bawah koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Batam dalam bentuk konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Membentuk TPPS tingkat kota, kecamatan dan kelurahan sesuai dengan amanat Permenkes 72 tahun 2021,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Batam drg. Anna Hasina di Batam, Jumat (29/11/2024).

Pemko Batam telah menggencarkan berbagai program untuk menanggulangi persoalan stunting, mulai dari penyuluhan gizi, peningkatan akses pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita, hingga penyediaan bantuan pangan bergizi bagi keluarga kurang mampu.

“Melibatkan pihak swasta dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah itu dengan program bapak asuh anak stunting (BAAS) melalui kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR),” kata dia.

Hal tersebut merupakan upaya Pemko Batam mempersiapkan strategi menuju kota dengan nol kasus stunting pada tahun 2025.

Menurut data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM), angka stunting pada tahun 2023 di Kota Batam 1,71 persen, sedangkan pada tahun 2022 mencapai 2,42 persen. (rul)