Diabetes Tipe 2 pada Remaja Meningkat, Ini Penyebab dan Cara Mencegah

diabetes pada remaja
Ilustrasi. Diabetes. Foto: Pixabay

AlurNews.com – Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan kasus diabetes tipe 2 kini semakin banyak ditemukan pada remaja, bahkan anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena penyakit yang sebelumnya identik dengan usia lanjut kini mulai menyerang generasi muda.

Hal itu disampaikan Dante saat menghadiri acara Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Minggu (24/5/2026) lalu. Menurutnya, perubahan pola hidup menjadi faktor utama meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada usia muda.

“Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,” ungkap Dante, dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan.

Ia menjelaskan, tingginya konsumsi gula dan makanan ultra-proses, kurang aktivitas fisik, minim waktu tidur, serta tingginya penggunaan gawai menjadi pemicu meningkatnya diabetes tipe 2 pada remaja. Selain itu, tekanan mental juga ikut memperburuk kondisi kesehatan anak muda saat ini.

Menurut Dante, diabetes tipe 2 pada remaja berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui perubahan gaya hidup di lingkungan keluarga.

“Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga,” tegasnya.

Sebagai contoh, Dante mengaku rutin melakukan aktivitas fisik bersama keluarga, termasuk mendaki gunung bersama putranya untuk menjaga kebugaran sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan melalui program cek kesehatan gratis bagi 25 juta pelajar dan penerapan sistem label “nutri-level” pada kemasan makanan dan minuman.

Melalui program pemeriksaan kesehatan di sekolah, pemerintah juga menemukan sejumlah masalah kesehatan lain pada remaja, seperti hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi.

Dante mengingatkan pelajar dan orang tua agar tidak hanya berfokus pada nilai akademik semata, tetapi juga menjaga kesehatan sebagai modal utama meraih cita-cita.

“Tubuh adalah modal pertama dari semua cita-cita yang ingin dicapai. Kesehatan bukan tujuan akhir, melainkan cara kita menjalani hidup yang bermakna,” pungkasnya.

Canisius Health Expo 2026 digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi alumni Kolese Kanisius angkatan 2001 bersama rumah sakit swasta di Jakarta itu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan konsultasi dokter spesialis.

Direktur Kolese Kanisius, Thomas Gunawan Wibisono, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut alumni angkatan 2001 telah melahirkan 17 dokter yang kini mengabdi kepada masyarakat.

“Ini sejalan dengan visi kami, to be man for others with others,” ujarnya. (red)