
AlurNews.com – Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Pengurus MD Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bersama HMI Cabang Batam menggelar acara nonton bareng (nobar) film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI.
Kegiatan ini diusung sebagai momentum penting untuk merefleksikan sejarah perjuangan sekaligus memperkokoh jiwa nasionalisme pemuda di Kota Batam.
Mide Formatur KAHMI Batam, Hendri, menyampaikan bahwa bagi keluarga besar HMI dan KAHMI, pemutaran film ini menjadi rujukan berharga untuk memperkuat ingatan kolektif tentang beratnya mempertahankan kedaulatan negara.
“Melihat bahwa bagi HMI dan KAHMI, ini sebagai referensi menguatkan kembali sejarah bahwa film ini menjadi bukti perjuangan menjadi berdaulat. Negara ini dipertahankan dengan tumpah darah,” ujarnya di Sekretariat KAHMI Batam, Tiban, Kecamatan Sekupang, Rabu (30/10/2026) malam.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Batam, Andri Saputra, menilai nobar ini merupakan sarana membedah dinamika politik masa lalu agar menjadi pelajaran berharga bagi aktivis dan pemuda masa kini.
“Kami menilai ini sebagai ajang refleksi situasi politik yang ada pada periode 1965, yang mana kita lihat bagaimana skema politik pada saat itu yang mengorbankan jenderal-jenderal pada saat itu,” kata Andri.
Menghadapi momentum Sumpah Pemuda, Andri memberikan pesan kuat kepada generasi milenial dan Gen Z untuk menjadikan sejarah sebagai pilar kekuatan bangsa.
“Pesan untuk generasi muda, jangan pernah melupakan sejarah karena kita akan menjadi bangsa yang kuat jika kita memahami sejarah perjuangan bangsa kita,” tegasnya.
Hadir pula dalam acara tersebut Senior KAHMI Batam sekaligus Mide Fotnatur, Riama Manurung. Ia turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya mewarisi nilai-nilai luhur para pejuang terdahulu. Riama mengingatkan agar generasi hari ini tidak amnesia terhadap sejarah, melainkan mampu menyerap nilai dan esensi perjuangan demi menjaga persatuan bangsa Indonesia ke depan. (ib)

















