SI-PIJAR, Cara Pemko Tanjungpinang Tata PJU Lebih Efisien

SI-PIJAR Tanjungpinang
Pemko Batam melakukan penataan PJU. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

AlurNews.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang menata Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui SI-PIJAR (Sistem Informasi dan Pengendalian Jaringan Penerangan Jalan Umum Terukur) untuk menekan tagihan listrik tanpa mengurangi penerangan di jalan. Sistem ini menjadi basis pendataan, pemantauan, sekaligus percepatan meterisasi jaringan PJU.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang Syavrant Shadiq Alustco mengatakan, saat ini terdapat 353 ID Pelanggan yang menaungi sekitar 8.465 unit lampu PJU. Sebanyak 65 ID Pelanggan atau 18,41 persen di antaranya masih menggunakan skema Kontrak Daya.

“Yaitu tagihan listrik dihitung berdasarkan jumlah lampu terpasang, bukan berdasarkan pemakaian yang diukur melalui meteran,” kata Syavrant, Selasa (6/10/2026), dikutip dari laman resmi Pemko Tanjunpinang.

Baca Juga: Dishub Tanjungpinang Tindak 3 Truk ODOL dalam Operasi Gabungan

Skema tersebut menjadi tantangan karena sebagian titik PJU belum terhubung dengan jaringan yang telah termeterisasi. Padahal, efisiensi anggaran tidak bisa dilakukan dengan mengurangi penerangan jalan.

Data Satlantas Polres Tanjungpinang menunjukkan kecelakaan lalu lintas pada malam hari banyak terjadi pada rentang pukul 19.00–03.00 WIB. Kondisi ini membuat penerangan jalan tetap menjadi kebutuhan penting untuk mendukung keselamatan pengguna jalan.

Melalui SI-PIJAR, Dishub membangun basis data seluruh 353 ID Pelanggan yang dilengkapi dasbor pemantauan dan tata kelola percepatan meterisasi. Inovasi tersebut lahir dari program Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diikuti Syavrant.

Dalam 60 hari, pendataan ulang terhadap 65 ID Pelanggan telah rampung. Prototipe SI-PIJAR juga sudah terisi dan dapat dipantau. Dishub bersama PT PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang bahkan telah menguji coba meterisasi pada satu titik.

Meterisasi diproyeksikan mampu menghemat sekitar 30–50 persen dari tagihan listrik bulanan. Efisiensi tersebut nantinya dapat dialihkan untuk mendukung kebutuhan keselamatan dan pelayanan jalan lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengatakan, SI-PIJAR menunjukkan pemanfaatan data dan teknologi dapat memperkuat pelayanan publik.

“SI-PIJAR bukan sekadar sistem digital, tetapi instrumen untuk memastikan pengelolaan PJU dilakukan berdasarkan data yang jelas dan dapat dipantau. Efisiensi penting, tetapi jangan sampai mengurangi pelayanan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ujar Teguh.

Menurut Teguh, kolaborasi antarperangkat daerah dan PLN menjadi kunci untuk mempercepat penataan jaringan PJU.

Syavrant menegaskan meterisasi menjadi strategi untuk menekan tagihan listrik tanpa harus mengurangi penerangan.

“Meterisasi bukan hanya soal penghematan tagihan listrik. Yang paling penting adalah bagaimana lampu tetap menyala dan masyarakat tetap mendapatkan penerangan saat berkendara. Karena itu, 65 ID Pelanggan tersebut kami data dan petakan untuk ditata secara bertahap,” jelas Syavrant.

Uji coba satu titik menjadi pijakan awal untuk memperluas meterisasi ke lokasi lainnya. Dishub akan menjalankan penataan secara bertahap berdasarkan data yang dihimpun melalui SI-PIJAR.

“Kami ingin efisiensi dilakukan dengan memperbaiki sistem, bukan dengan memadamkan lampu. Targetnya, jaringan PJU dapat semakin terukur, efisien dan tetap mendukung keselamatan pengguna jalan,” tegasnya. (red)