Genset Hotel Ikut Mati saat Blackout Batam, Tamu Terpaksa Turun dari Lantai 19 Dalam Gelap

Tamu terpaksa turun dari lantai 19 Formosa Residence Nagoya dalam gelap karena genset tak berfungsi saat Batam blackout, Senin (12/10/2026). (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Pemadaman listrik
massal yang melanda Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (12/10/2026), tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memunculkan persoalan keselamatan di sebuah hotel di kawasan Nagoya. Formosa Residence Nagoya dilaporkan ikut mengalami pemadaman setelah genset hotel mendadak berhenti beroperasi.

Situasi tersebut membuat sejumlah tamu panik dan bergegas turun melalui tangga darurat. Namun, menurut pengakuan seorang tamu bernama Ogut, proses evakuasi berlangsung dalam kondisi gelap tanpa penerangan darurat maupun petunjuk jalur evakuasi yang terlihat.

Ogut mengaku harus menggendong cucunya yang masih kecil saat menuruni tangga dari lantai 19 hingga ke lantai bawah. Ia menyebut, dirinya dan tamu lain terpaksa mengandalkan cahaya dari senter telepon genggam untuk melewati tangga darurat.

“Semua tamu terpaksa turun menggunakan tangga darurat. Situasinya cukup mencekam. Lantai tangga dan pagar darurat semuanya berdebu. Kami terpaksa turun perlahan menggunakan senter handphone dari lantai 19,” ujar Ogut.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat proses turun dari lantai atas menjadi pengalaman yang menegangkan, terlebih karena ia membawa anak kecil.

Selain persoalan keselamatan, insiden itu juga memicu ketegangan antara Ogut dan seseorang bernama Aseng, yang menurut pengakuan Ogut mengaku berasal dari pihak manajemen hotel.

Ogut mengaku kecewa karena tidak melihat penanganan cepat dari pihak hotel untuk membantu para tamu menghadapi situasi tersebut. Ia juga menilai manajemen tidak menyampaikan permintaan maaf atas gangguan genset yang terjadi.

Perselisihan kemudian memanas ketika Ogut terlibat adu argumen dengan Aseng. Ia mengaku hampir terlibat perkelahian akibat komunikasi yang dinilainya tidak berjalan baik.

“Kalau bicara baik-baik, tidak akan terjadi keributan. Tapi Aseng malah menantang, menunjuk-nunjuk, akhirnya saya terima tantangannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, sikap yang ditunjukkan pihak yang mengaku sebagai perwakilan manajemen tersebut membuat emosinya terpancing di tengah situasi yang sudah tidak kondusif.

“Bukannya membantu pengunjung hotel keluar dari tangga darurat, manajemen melalui Aseng malah menunjuk-nunjuk kami sebagai tamu. Hal itu yang membuat emosi saya sedikit meledak,” ujarnya.

Ogut mengatakan, pihak hotel sempat mengajaknya bertemu untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Namun, ia berharap persoalan itu tidak berhenti pada pertemuan semata, melainkan diselesaikan secara tuntas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Formosa Residence Nagoya belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab genset berhenti beroperasi, kondisi fasilitas keselamatan saat kejadian, maupun penanganan terhadap para tamu. (Nando)