
AlurNews.com – Tidak mau terjadi polemik batas wilayah berlarut-larut antara Perumahan Villa Diamond-Tiban Koperasi, Kapolsek Sekupang Kompol Zainal Abidin Christopher langsung cek lokasi.
Hal itu dilakukan setelah mendengarkan curhatan warga RW 20 Tiban Baru saat menggelar Jumat Curhat Kamtibnas Polsek Sekupang.
Ekspresi wajah Kapolsek berubah ketika melihat langsung. Secara kasat mata terlihat jelas bahwa batas yang diklaim adalah wilayah orang, kata lain adalah milik warga perumahan Villa Diamond.
Baca juga: Jumat Curhat Kamtibnas Polsek Sekupang, Warga Villa Diamond Curhat Polemik Batas Wilayah
Kapolsek juga kebingungan karena adanya bangunan rumah yang berdiri di atas batas tersebut.
“Ini rumah juga ya, loh kok bisa. Tidak bisa begini, kalau memang menjadi lahan dari warga perumahan Villa Diamond, pembangunan bangunan ini harus dihentikan,” katanya saat berada di batas wilayah, belakang gudang lapangan voli Tiban Koprasi.
Pengecakan langsung ke lokasi juga diikuti Lurah Tiban Baru Dikurnia Putra, Babin Kamtibmas Aipda Indoludin serta Babinsa Tiban Baru Sertu T Sibuarian dan warga.
Batas wilayah antara perumahan lebih kurang sepanjang 100 meter. Rombongan juga menelusuri sampai atas, jalan raya yang menjadi penghubung antara perumahan Villa Diamond dengan Tiban Koperasi.
“Pak lurah masalah ini harus segera diselesaikan segera agar kamtibnas di lingkungan ini dapat berjalan baik,” pintanya.
Kepada Babin Kamtibnas dan Babinsa, Kapolsek mengatakan hal ini perlu dilakukan karena keamanan masyarakat penting untuk dijaga bersama.
“Rumah yang berdiri di atas batas wilayah perumahan ini tolong diminta fotokopi PL nya agar kita bisa tahu bersama. Jangan katanya-katanya (milik pribadi) tapi buktinya tidak ada,” tuturnya.
Kapolsek berharap polemik ini dapat segera diselesaikan dengan kepala dingin. Apa yang menjadi kesepakatan bersama nantinya diharapkan kedua belah pihak dapat menerima dan kedepannya tidak lagu terjadi salah paham.
Lurah Tiban Baru Dikurnia Putra berjanji akan berupaya menyelesaikan persoalan ini sebelum masuk bulan Ramadan.
“Setelah surat resmi soal batas wilayah keluar dari BP Batam akan kita lakukan kesepakatan bersama secara tertulis,” ujarnya. (red)













