AlurNews.com – Masih ingat dengan peristiwa seorang wanita cantik yang lompat dari Jembatan II Barelang, awal Februari 2024 lalu? Kejadian itu sempat viral. Cerita itu menimbulkan tanda tanya dan kini benang merahnya mulai terkuak.
Wanita itu bernama Chris Yedia. Dia nekat melakukan percobaan bunuh diri lantaran patah hati setelah hubungannya dengan sang kekasih, Johny, putus di tengah jalan.
Masalahnya tak sampai di situ saja. Kisah cintanya dengan Johny terbilang rumit, berlarut menjadi polemik dan buah bibir publik. Sampai pada akhirnya berujung di persidangan.
Baca Juga: Driver Taksi Online Rampok Seorang Wanita, Sempat Diikat dan Dibekap
Pada Jumat (3/5/2024) sore, Chris hadiri persidangan tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri (PN) Batam dengan ditemani kuasa hukumnya, Jos Simbolon. Ia hadir sebagai saksi, dengan Johny sebagai pelaku yang dituding telah menganiaya dirinya.
“Saya ditampar bolak balik, itu tak terhitung. Kepala saya juga dipukul pakai HP, kemudian bagian telinga belakang saya juga dipukul. Dia (Johny) memang ada minta maaf, tapi tak mau buat surat perjanjian. Atas perbuataanya saya tak mau memaafkan dia,” ujar Chris, di muka persidangan.
Semua keterangan Chris dibantah Johny. Dalam sidang, Johny memperlihatkan bukti percakapannya dengan Chris di WhatsApp. Intinya, chat itu berisikan bahwa Chris minta balikan dan uang damai.
“Saya tegaskan, saya tak ada melakukan seperti yang dia (Chris) katakan. Memang saya akui memukul kepala dengan HP. Untuk pertanggungjawaban atas itu, saya yang menemaninya untuk visum dan melapor ke polisi. Itu bentuk tanggungjawab saya karena sudah berbuat (memukul kepala Chris). Bahkan di luar kantor polisi, sudah dilakukan lebih dari tujuh kali mediasi, tapi tetap tak ada titik terang. Makanya saya biarkan saja kasus ini berlanjut agar semuanya jelas,” beber Johny.
Johny turut menegaskan, bahwa ia sama sekali tak pernah melontarkan kata-kata yang menyebutkan Chris seperti PSK sebagaimana pengakuan wanita itu. Hanya saja, ia sempat menegur Chris karena berpakaian seksi di depan teman-temannya.
“Sebagai lelaki, saya tak mau melihat dia memakai pakaian seksi. Karena itu saya bilang ke dia agar berpakaian yang lebih sopan, masa kalah dari SPG. Dan hal itu membuat dia marah, hingga akhirnya terjadilah kejadian tersebut,” ungkap Chris.
Singkatnya, Johny dijerat Pasal 352 KUHP tentang Penganiayaan Ringan. Perbuatan Johny menyebabkan luka memar di kepala Chris. Hakim yang memimpin sidang, Benny, menyatakan Johny bersalah.
“Unsur pasal telah terpenuhi. Menjatuhkan pidana denda terhadap Johny sebesar Rp1 juta,” kata hakim.
Johny menerima ketetapan hakim. Baginya, keputusan dari majelis sudah adil dan tepat. “Saya menerima keputusan majelis. Putusan hakim pun sangat adil. Yang perlu saya tegaskan, bahwa saya juga merupakan korban,” ujarnya.
Sebaliknya, Chris malah kecewa atas putusan yang dijatuhkan hakim kepada Johny. Menurut dia, hukuman terhadap mantan pacarnya itu terlalu ringan.
“Saya mau dia dipenjara. Saya kecewa. Tunggu saja, saya akan buat laporan baru,” katanya.
Awal Cekcok Chris dan Johny
Johny dan Chris sempat memadu kasih. Hubungan asmara mereka berlangsung sekitar delapan bulan lamanya, sampai pada akhirnya kandas di awal 2024 lalu.
Bukannya berakhir secara baik-baik, malah timbul masalah. Sampai-sampai Chris nekad mau bunuh diri. Tapi, cerita tak sepenuhnya tentang satu pihak, mestinya juga ada sebab akibat.
Johny, bercerita awal masalah timbul. Sebenarnya sepele, cuma karena dia mengingatkan Chris mengenai pakaian yang dinilai terbuka atau seksi. Namun, wanita itu tak menerima teguran tersebut.
“Saya mengingatkan dia (Chris) soal pakaiannya yang terbuka itu. Saya merasa risih karena pakaiannya, makanya saya ingatkan. Dari situ, dia tak terima. Setelah itu, dia mendatangi saya di 168 (foodcourt),” kata Johny, Jumat (3/5/2024) malam.
Lantaran tak menerima teguran dari Johny, wanita itu pun akhirnya menghubungi Dikson yang merupakan suami Chris, untuk datang ke 168 Foodcourt. Sontak Johny kaget, sebab ia tak tahu bahwa Chris masih berstatus sebagai istri orang.
“Saya baru tahu kalau dia masih berstatus sebagai istri orang. Tapi dia di publik mengaku janda dan sedang jalan (pacaran) dengan saya. Saya syok karena dia baru mengaku di depan suaminya (Dikson) saat di foodcourt itu. Sementara respons suaminya itu malah biasa aja,” ujar dia, heran.
Dari situ, Johny semakin yakin jika ia terjebak di dalam hubungan percintaan yang toxic. Tak mau dinilai sebagai lelaki perusak hubungan orang lain, ia menegaskan kepada Chris untuk menyelesaikan hubungan rumah tangganya dengan Dikson tanpa melibatkan dirinya.
Sosok Dikson ternyata memang benar suami sah dari Chris. Di sidang kemarin pun Dikson datang sebagai saksi. Ia sendiri juga mengaku bahwa Chris merupakan istrinya.
“Ya, memang dia (Chris) istri saya. Tapi sekarang sudah dalam proses cerai, tinggal tunggu tanda tangan (surat cerai) saja. Kalau untuk saat kejadian itu, saya tak tahu persis,” kata Dikson.
Beberapa bekas luka atau memar di tubuh Chris menjadi alat bukti, memperkuat laporan penganiayaan yang dilakukan oleh Johny. Sejumlah bagian tubuh Chris terdapat bekas luka, tetapi Johny mengaku tak semuanya atas ulah dia.
Ia memang sempat memukul Chris di bagian kepala, tapi itu dilakukan secara spontan. Bukan tanpa sebab, kala itu Johny mengaku jika dialah orang yang sebenarnya dianiaya Chris.
Setelah dari 168 Foodcourt, masalah tak habis di situ. Chris yang tidak senang atas masalah pakaian yang diingatkan Johny mendatangi kediaman sang pacar sekitar pukul 05.00 WIB. Chris tiba sambil berteriak untuk dibukakan pintu. Setelah berhasil masuk, Chris langsung menindih dan mencekik Johny.
“Saya sebagai orang normal, posisinya sedang tidur dan setengah sadar, tiba-tiba pintu digedor. Setelah saya bukakan dan dia (Chris) masuk, kemudian dia langsung mencekik dan menindihkan tubuhnya ke saya, bahkan juga memukul saya,” kata Johny.
Johny pun mengaku berontak, berusaha melepaskan diri. Sampai pada saat itu, ia mendapati ponsel Chris di samping dan spontan langsung pukul kepalanya dengan ponsel itu.
“Anehnya lagi, setelah saya pukul, dia malah menghidupkan lampu (kala itu lampu dalam keadaan mati), kemudian memfoto bekas pukulan saya di kepalanya dan mengatakan bahwa ini akan jadi bukti tindak kekerasan,” ceritanya.
Namun, versi Chris dalam laporannya di persidangan berbeda. Ia mengaku, bahwa Johny telah menampar dan mencekiknya. Johny pun menepis semua tuduhan tersebut.
“Saya akui bahwa saya hanya memukul kepalanya pakai HP lantaran spontan karena ditindih dan dicekik, itu upaya saya untuk menyelamatkan diri. Kalau tuduhan dia (Chris) yang mengatakan bahwa saya telah mencekik bahkan menampar dia, itu bohong. Semua tidak benar,” kata Johny.
Soal luka di leher Chris, memang benar adanya. Tapi, lanjut Johny, itu bukanlah bentuk kekerasan yang dia lakukan. Luka di leher itu bermula pada saat mereka berdua berkendara dalam satu mobil. Lalu secara tiba-tiba Chris berontak untuk keluar dari mobil tersebut.
“Mobil sedang berjalan, dia mau lompat keluar. Jelas saya mencoba menahannya supaya tidak terjadi apa-apa. Saat itu memang saya tahan dia dengan cara meraih lehernya. Luka itu karena bekas kalung di leher dia, bukan atas kekerasan yang sengaja saya lakukan,” kata Johny.
Saat masih menjalin hubungan dengan Chris, Johny merasa ada yang aneh dari wanita tersebut. Selain tempramental, ia mengaku jika Chris mudah melakukan hal-hal di luar nalar.
“Saya kasih tahu, bahwa dia (Chris) itu temperamen. Bahkan sering melakukan tindakan yang aneh,” kata dia.
Selama pacaran, Johny kerap mendapati pisau di dalam tas Chris. Pisau tersebut dipergunakan untuk melukai dirinya sendiri.
“Dulu, saya bahkan pernah di-cutter (dilukai) di bagian lengan saya. Dia sering bawa pisau cutter. Yang saya buang lebih dari 10 cutter,” sebut Johny.
Sifat dan tingkah aneh Chris membuat Johny risih. Selama pacaran saja, tak cukup sekali Chris mengancam melapor Johny ke pihak berwajib dengan tuduhan tindak kekerasan. Sampai pada akhirnya laporan pun dibuat Chris dan berujung di meja hijau. (Arjuna)

















