Puskesmas Sei Jang Targetkan 15 Ribu Siswa Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Puskesmas Sei Jang
Kepala Puskesmas Sei Jang, dr Muhammad Faisal. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

AlurNews.com – Puskesmas Sei Jang Kota Tanjungpinang menargetkan sekitar 15 ribu siswa SD, SMP, hingga SMA mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga minggu kedua Oktober 2026.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendeteksi penyakit dan faktor risiko kesehatan sejak dini, terutama pada anak dan remaja usia sekolah.

Kepala Puskesmas Sei Jang, dr Muhammad Faisal, mengatakan program CKG tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga masyarakat umum. Pemeriksaan dilakukan untuk mendorong masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum muncul gangguan yang lebih serius.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah di Tanjungpinang Sasar 49.343 Siswa

“Banyak penyakit yang dapat dicegah kalau kita tahu dari awal kita punya faktor risiko,” ujar Faisal, Rabu (30/9/2026), dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

Dalam pelaksanaan CKG untuk masyarakat umum, petugas menemukan sejumlah masalah kesehatan, mulai dari karies gigi, obesitas, hipertensi, hingga diabetes. Sementara pada kelompok anak sekolah, petugas juga menemukan gangguan penglihatan yang sebelumnya belum diketahui.

“Yang pertama itu adalah karies gigi, gigi berlubang, lalu penyakit seperti obesitas, hipertensi, sakit gula, itu juga menjadi temuan kita di CKG umum,” ucapnya.

Menurut Faisal, gangguan penglihatan pada siswa perlu segera diketahui karena dapat memengaruhi aktivitas belajar. Melalui CKG, kondisi tersebut bisa teridentifikasi lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat.

Selain pemeriksaan kesehatan dasar, Puskesmas Sei Jang mengintegrasikan pelaksanaan CKG dengan penelusuran kasus tuberkulosis (TB).

Dari 87 lokus CKG di Kota Tanjungpinang, Puskesmas Sei Jang mendapat 13 lokus dengan sasaran sekitar 100 orang di setiap lokus.

Petugas juga melakukan penelusuran terhadap warga yang pernah berkontak dengan pasien TB. Pemeriksaan menyasar anggota keluarga maupun orang di lingkungan sekitar pasien yang memiliki kemungkinan kontak dengan kasus indeks.

Hingga pelaksanaan CKG tersebut, Puskesmas Sei Jang belum menemukan warga yang dinyatakan positif TB dari penelusuran terintegrasi tersebut.

“Untuk TB, selama kita turun kegiatan CKG yang terintegrasi di TB ini, di Puskesmas Seijang itu belum ada yang kita dapatkan positif TB,” kata Faisal. (red)