AlurNews.com – Informasi mengenai tewasnya Rendi, pria asal Kelurahan Ranai Darat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau yang disebut sebagai tentara bayaran Rusia kini mengguncang keluarga yang berada di kampung halaman.
Ketua RT 03/RW 01 Air Keruh, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Starki menjelaskan bahwa informasi tersebut diterima oleh keluarga sekitar tiga hari lalu.
Saat itu, salah satu pria yang mengaku sebagai rekan Rendi di medan perang mengabarkan kondisi Rendi yang telah meninggal dunia. Walau demikian, pria yang dimaksud kini sudah tidak dapat dihubungi kembali.
Baca Juga: BP3MI Telusuri Informasi Tentara Bayaran Asal Natuna, Diduga Korban TPPO di Rusia
“Awal informasi itu datang dari pria yang mengaku rekan Rendi di medan perang, namun saat ini sudah tidak bisa dihubungi kembali,” jelas Starki saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (1/10/2026) sore.
Menurut Starki, keluarga Rendi sampai saat ini masih diliputi ketidakpastian. Sebab, informasi kematian tersebut belum disertai bukti keberadaan jenazah.
“Orang tuanya pun macam yakin dan tidak bahwa anaknya ini sudah meninggal. Soalnya sampai saat ini jenazah anaknya itu tidak terlihat, baik itu dari foto ataupun dari apa,” ujarnya.
Starki menuturkan, Rendi mulai merantau sekitar 2022 atau 2023. Namun saat itu, keluarga tidak mengetahui secara pasti perjalanan Rendi hingga akhirnya berada di Rusia.
Rendi disebut terlebih dahulu berangkat dari Natuna menuju Tanjungpinang. Setelah itu, ia kemudian diketahui berada di Filipina.
“Dari Ranai, ke Tanjungpinang dulu. Sekian lama baru dia ke Filipina. Di sana bekerja sebagai teknisi,” jelasnya.
Keberadaan Rendi di Rusia baru diketahui keluarga setelah ia berada di negara tersebut sekitar awal tahun 2026. Saat itu, Rendi disebut bekerja sebagai pengantar logistik.
“Sampai ke Rusia itu orang tuanya pun memang tidak tahu awal-awalnya. Setelah dia sampai di sana, setelah dia bekerja baru orang tuanya tahu bahwa dia berada di Rusia,” ujarnya.
Starki menyebut pekerjaan Rendi berkaitan dengan pengiriman barang atau logistik. Starki menambahkan, perangkat RT/RW telah mendampingi pihak terkait di tingkat pemerintah daerah untuk menggali informasi mengenai keberadaan Rendi.
Ia menyebut pihak keluarga saat ini juga telah menyerahkan proses penelusuran kepada pemerintah.
Hingga kini, keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan dan kondisi Rendi, termasuk kemungkinan proses pemulangan apabila kabar kematiannya nantinya terkonfirmasi oleh pihak berwenang.
“Sampai hari ini dapat info jenazahnya pun tidak ditemukan,” ujarnya. (Nando)


















